Categories: Nasional Pendidikan

Wajib Tahu! Ini Daftar Sekolah Kedinasan yang Masih Membolehkan Mata Minus untuk Pendaftaran 2026

Ringkasan Berita:

° Sebelum daftar sekolah kedinasan 2026, calon peserta perlu memahami aturan kesehatan, terutama batas mata minus.

° Setiap sekolah punya standar berbeda—mulai dari yang longgar seperti PKN STAN hingga sangat ketat seperti STIN dan Poltek SSN. 


JAKARTA, LINTANGPOS.com – Para siswa kelas akhir SMA/SMK mulai mempersiapkan diri menghadapi pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2026.

Salah satu aspek penting dalam seleksi kedinasan adalah syarat kesehatan, terutama kondisi mata minus yang kerap menjadi penentu kelolosan peserta.

Setiap sekolah kedinasan memiliki aturan berbeda mengenai batas dioptri, toleransi silinder, hingga ketentuan buta warna.

Karena itu, peserta perlu memahami lebih awal apakah kondisi penglihatan mereka sesuai dengan persyaratan dari tiap instansi.

Mengapa Kondisi Mata Jadi Sorotan?

Standar kesehatan ditetapkan berdasarkan karakteristik tugas masing-masing lembaga.

BACA JUGA: Akhirnya Terungkap! Ini Daftar Sekolah Kedinasan 2026 yang Tidak Wajib Tinggi Badan—Peluang Makin Terbuka!

Sebagian institusi menuntut ketelitian visual tinggi, sementara lainnya memberikan toleransi lebih luas.

Perbedaan inilah yang membuat calon peserta perlu mencermati syarat kesehatan sebelum mendaftar.

Pemeriksaan mata umumnya dilakukan setelah peserta lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di bawah koordinasi BKN.

Tahap ini menjadi bagian integral seleksi fisik bersama pengecekan pendengaran, gigi, postur, dan kondisi umum lainnya.

Sekolah Kedinasan dengan Aturan Mata Minus yang Lebih Longgar

Hasil penelusuran di laman resmi masing-masing sekolah menunjukkan adanya perbedaan batas dioptri yang cukup signifikan.

BACA JUGA: Polres Musi Rawas Gelar Operasi Gaktiblin di Sembilan Polsek Jajaran

Berikut daftarnya:

1. PKN STAN

Menjadi salah satu yang paling longgar. Tidak membatasi minus, plus, silinder, maupun buta warna pada tahap administrasi. Ketentuan detail biasanya ditetapkan pada pemeriksaan lanjutan.

2. Politeknik Statistika STIS (BPS)

Mengizinkan mata minus atau plus hingga 6 dioptri. Namun tidak mentoleransi kondisi buta warna. Standar ini termasuk yang paling tinggi bagi peserta dengan penglihatan kurang optimal.

3. STMKG (BMKG)

BACA JUGA: Mulai 2026! 888 Ribu Murid TK Dapat Uang Sekolah Rp450 Ribu dari Pemerintah

Menerapkan batas minus maksimal 4 dioptri dan silinder hingga 2 dioptri. Peserta yang diterima diwajibkan melakukan operasi lasik dengan biaya mandiri sebagai syarat lanjutan.

Sekolah dengan Batas Dioptri Lebih Ketat

4. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Membatasi minus atau plus maksimal 1 dioptri. Standarnya ketat dan umumnya hanya dapat dipenuhi peserta dengan penglihatan mendekati normal.

5. Poltek SSN (BSSN)

Mengizinkan minus atau plus hingga 1 dioptri tanpa toleransi silinder maupun buta warna. Persyaratannya mirip STIN dan termasuk dalam kategori seleksi fisik ketat.

BACA JUGA: Mulai 2026! Semua Guru Wajib Ikut Pelatihan Khusus ABK, Sekolah Inklusif Bakal Berubah Total?

Sementara itu, beberapa sekolah lain seperti IPDN, Sipencatar Kemenhub, dan Poltekim Kemenkumham biasanya tidak mencantumkan batas dioptri secara rinci pada pengumuman awal.

Page: 1 2

Lintang Pos

Share
Tags: mata minus syarat pendaftaran 2026 PKN STAN poltek ssn sekolah kedinasan stin STIS stmkg syarat kesehatan kedinasan

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Makmano Karhutla Digencarkan, Warga Empat Lawang Diminta Stop Bakar Lahan

Polsek Tebing Tinggi menggencarkan Makmano Karhutla dengan menyambangi warga dan mengingatkan agar tidak membuka lahan…

4 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Bhabinkamtibmas Ulu Musi Cek Pekarangan Bergizi Warga

Bhabinkamtibmas Polsek Ulu Musi mengecek Pekarangan Bergizi di Desa Batu Lintang sebagai dukungan terhadap ketahanan…

8 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Pemilik Lahan Jadi Sasaran, Polisi Sebarkan Maklumat Karhutla

Polsek Tebing Tinggi menyasar pemilik lahan di Desa Kembang Manis untuk mencegah Karhutla dan melarang…

8 jam ago
  • Nasional
  • Religi
  • Sumsel

Herman Deru Tantang Kafilah Sumsel Kembalikan Kejayaan MTQ

Herman Deru melepas 95 Kafilah Sumsel ke MTQ XXXI Semarang dan menargetkan kejayaan Sumsel kembali…

19 jam ago
  • Berita
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Herman Deru Soroti Masa Depan Transmigrasi, RUU Diminta Bereskan Aset

Herman Deru meminta RUU Ketransmigrasian tak hanya ubah paradigma, tetapi juga menyelesaikan persoalan aset dan…

19 jam ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Bhabinkamtibmas Cek Pekarangan Bergizi, Dorong Ketahanan Pangan Desa

Bhabinkamtibmas Polsek Pendopo mengecek Pekarangan Bergizi di Desa Tanjung Baru untuk mendorong kemandirian pangan dan…

22 jam ago