“Tim BKSDA sudah turun ke lokasi melakukan pelacakan dan mengimbau warga untuk tidak mendekati area tersebut,” jelasnya.
BACA JUGA: Kejari Lubuk Linggau Naikkan Kasus Dugaan Korupsi APAR Muratara ke Penyidikan
Sementara itu, Humas BKSDA Sumsel Julita menegaskan bahwa satwa yang terekam dalam video bukan harimau Sumatera, melainkan macan dahan (Neofelis diardi), satwa langka yang dilindungi undang-undang.
“Tim masih memantau beberapa hari ke depan dan kami imbau masyarakat tetap waspada serta tidak mencoba menangkap hewan tersebut,” katanya.
Macan dahan sendiri dikenal sebagai kucing hutan berukuran sedang dengan pola bulu menyerupai awan.
Satwa ini termasuk predator soliter dan nokturnal yang lebih sering beraktivitas di malam hari serta hidup di atas dahan pohon.
BKSDA menegaskan pihaknya akan terus melakukan monitoring dan pemasangan kamera jebak (camera trap) di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan hewan tersebut, sekaligus memastikan keselamatan warga dan kelestarian satwa dilindungi itu. (*/red)





