“Tim BKSDA sudah turun ke lokasi melakukan pelacakan dan mengimbau warga untuk tidak mendekati area tersebut,” jelasnya.
BACA JUGA: Kejari Lubuk Linggau Naikkan Kasus Dugaan Korupsi APAR Muratara ke Penyidikan
Sementara itu, Humas BKSDA Sumsel Julita menegaskan bahwa satwa yang terekam dalam video bukan harimau Sumatera, melainkan macan dahan (Neofelis diardi), satwa langka yang dilindungi undang-undang.
“Tim masih memantau beberapa hari ke depan dan kami imbau masyarakat tetap waspada serta tidak mencoba menangkap hewan tersebut,” katanya.
Macan dahan sendiri dikenal sebagai kucing hutan berukuran sedang dengan pola bulu menyerupai awan.
Satwa ini termasuk predator soliter dan nokturnal yang lebih sering beraktivitas di malam hari serta hidup di atas dahan pohon.
BKSDA menegaskan pihaknya akan terus melakukan monitoring dan pemasangan kamera jebak (camera trap) di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan hewan tersebut, sekaligus memastikan keselamatan warga dan kelestarian satwa dilindungi itu. (*/red)
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…