Youssoufa Moukoko Bongkar Alasan Tinggalkan Dortmund: Saya Dulu Terlalu Menyalahkan Orang Lain!

oleh -479 Dilihat
oleh
Pesepakbola Nice Youssoufa Moukoko pada pertandingan putaran kedua Liga Europa fase 1 SS Lazio-OGC Nice. Roma (Italia), 03 Oktober 2024. Foto: Massimo Insabato/Archivio Massimo Insabato/Portofolio Mondadori via Getty Images

“Banyak yang tak akan paham, tapi Nice adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya,” ucapnya.

“Di sana, saya belajar bersabar, mengendalikan emosi, dan berhenti menyalahkan orang lain. Saya sadar, jika ingin berhasil, saya harus mulai memperbaiki diri sendiri,” tambahnya.

Awal Sulit di Denmark, Tapi Semangat Tak Padam

Meski tampil reguler di FC Copenhagen, performa Moukoko belum sepenuhnya menggembirakan. Dari 20 pertandingan di semua kompetisi, ia baru mencetak empat gol — dua di antaranya di Liga Denmark.

Catatan ini jauh dari produktivitasnya di musim terbaik bersama Dortmund (7 gol dan 3 assist di Bundesliga 2022–2023).

BACA JUGA: Jobe Bellingham Dikabarkan Tak Betah di Dortmund, Diminati Manchester United dan Crystal Palace

Namun, Moukoko menilai hal itu sebagai bagian dari proses pemulihan.

“Orang mungkin mengira saya akan langsung menghancurkan liga ini. Tapi setelah dua tahun jarang main penuh, tubuh saya perlu waktu. Bermain tiap tiga hari itu tantangan besar,” ujarnya.

Ia juga mengakui tampil buruk saat kalah dari Qarabag di Liga Champions.

“Saya tahu itu bukan level saya. Kalau bisa, saya sendiri yang akan mengganti diri saya waktu itu,” katanya dengan jujur.

Babak Baru dan Harapan Baru

Kini, Moukoko menandatangani kontrak lima tahun dengan FC Copenhagen — tanda komitmen jangka panjang untuk membangun kembali kariernya.

Dengan 19 penampilan di paruh pertama musim, ia sudah menikmati menit bermain yang jauh lebih stabil dibanding masa-masanya di Dortmund.

BACA JUGA: 4.000 Hektar HGU di Sumsel Belum Diperpanjang, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Siap Turun Tangan

“Saya ingin membuktikan bahwa saya masih punya potensi besar. Tapi kali ini, saya melakukannya dengan kepala dingin dan hati yang lebih kuat,” ucapnya.

Bagi Moukoko, babak di Copenhagen bukan hanya tentang gol atau statistik, tetapi tentang menemukan kembali semangat dan kedewasaan yang sempat hilang di balik sorotan besar seorang wonderkid. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.