Air Mancur Masjid Agung Palembang Siap Jadi Ikon Malam Hari

oleh -45 Dilihat
oleh
Air Mancur Masjid Agung Palembang selesai direnovasi dan segera diresmikan. Ikon baru ini diyakini memperindah wajah kota tertua di Indonesia pada malam hari. (*/IST)

Ringkasan Berita:

Renovasi Air Mancur Masjid Agung Palembang telah rampung dan siap diresmikan malam hari menunggu jadwal Gubernur Sumsel Herman Deru. Pemerintah Kota menargetkan air mancur ini menjadi ikon baru Palembang sekaligus mempercantik wajah kota di kawasan titik nol.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Kilau cahaya dan gemericik air segera kembali menghiasi jantung Kota Palembang.

Renovasi Air Mancur Bundaran Masjid Agung Palembang, Sumatera Selatan, resmi dinyatakan selesai.

Kini, masyarakat tinggal menunggu satu momen penting: peresmian yang rencananya akan digelar pada malam hari, menyesuaikan jadwal Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat ditemui wartawan pada Minggu (1/2/2026).

Ia menyebut seluruh tahapan renovasi telah rampung dan tidak ada kendala berarti dalam pengerjaannya.

“Alhamdulillah tahapan renovasi air mancur Bundaran Masjid Agung sudah selesai dan segera diresmikan. Peresmian tinggal menunggu kepastian jadwal Gubernur Sumatera Selatan, dan rencananya akan digelar pada malam hari,” ujar Ratu Dewa.

BACA JUGA: Guru Bersiap! Ini 4 Pelatihan Baru Kemendikdasmen di Tahun 2026

Pemilihan waktu malam hari bukan tanpa alasan.

Pemerintah Kota Palembang ingin menampilkan wajah baru kota secara maksimal, terutama permainan lampu dan air yang menjadi daya tarik utama air mancur tersebut.

Efek visual di malam hari diyakini mampu memberikan kesan modern tanpa meninggalkan nilai historis kawasan Masjid Agung Palembang.

Menurut Ratu Dewa, air mancur ini diproyeksikan sebagai ikon baru Kota Palembang.

Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Palembang dinilai perlu memiliki ruang publik ikonik yang mampu merepresentasikan sejarah sekaligus perkembangan zaman.

“Usai diresmikan, wajah baru Palembang akan terlihat di malam hari dan menambah keindahan kota kita,” ungkapnya.

BACA JUGA: Roti Diduga Kedaluwarsa Picu Mual Siswa SMPN 31 Palembang

Kehadiran air mancur ini juga diharapkan menjadi magnet baru bagi masyarakat dan wisatawan.

Lokasinya yang berada di kawasan strategis, tepat di depan Masjid Agung Palembang dan tak jauh dari Jembatan Ampera, menjadikannya titik temu antara sejarah, religi, dan ruang publik modern.

Tak berhenti di satu titik, Pemerintah Kota Palembang juga tengah menyiapkan penataan kawasan titik nol kota.

Area yang dimaksud mencakup Bundaran Air Mancur di depan Masjid Agung hingga kawasan turunan Jembatan Ampera.

“Titik nol Palembang juga akan kita bangun secara bertahap,” kata Ratu Dewa.

Penataan ini menjadi bagian dari rencana besar Pemkot Palembang untuk memperbaiki wajah kota secara menyeluruh, terutama di kawasan pusat yang memiliki nilai sejarah tinggi.

BACA JUGA: Mulai Februari, Tilang Ponsel Intai Pengendara ‘Nakal’ di Palembang

Dengan konsep bertahap, pembangunan diharapkan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain Bundaran Masjid Agung, perhatian pemerintah juga tertuju pada Benteng Kuto Besak (BKB), salah satu ikon wisata sejarah Palembang.

Saat ini, kawasan BKB masih berada pada tahap kedua renovasi.

“Untuk BKB sedang tahap dua renovasi dan target bulan enam akan selesai,” ujarnya.

Jika seluruh proyek ini rampung sesuai rencana, Palembang akan memiliki rangkaian kawasan ikonik yang saling terhubung: Masjid Agung, Bundaran Air Mancur, Jembatan Ampera, hingga Benteng Kuto Besak.

Kombinasi ini diyakini mampu memperkuat citra Palembang sebagai kota bersejarah yang terus berbenah dan ramah bagi warganya.

BACA JUGA: Truk Tabrak Lari Palembang Diduga Pakai Plat Palsu, Sopir Kini Diburu Polisi 

Bagi masyarakat, peresmian Air Mancur Masjid Agung Palembang bukan sekadar seremoni.

Ia menjadi simbol kebangkitan ruang publik, tempat berkumpul, bersantai, sekaligus menikmati keindahan kota di malam hari.

Kini, semua mata tertuju pada malam peresmian yang dinanti, saat air dan cahaya menari di jantung Palembang. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.