Meski demikian, semangat gotong royong tetap terasa kuat.
Warga silih berganti membantu, baik dengan tenaga, logistik, maupun doa.
Bantaran Sungai Musi kini menjadi tempat berkumpulnya harapan, kecemasan, dan kepedulian sosial yang jarang terlihat dalam keseharian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung.
Tim gabungan berencana melanjutkan penyisiran dengan metode yang lebih luas dan terkoordinasi, menyesuaikan kondisi arus sungai dan cuaca.
BACA JUGA: Remaja Tenggelam di Curup Besemah Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Pencarian
Bagi keluarga Madon, setiap detik terasa begitu panjang.
Setiap riak air Sungai Musi membawa harapan sekaligus ketakutan.
Namun satu hal yang pasti, mereka tidak sendiri.
Dukungan masyarakat dan kerja keras tim pencari menjadi bukti bahwa di tengah musibah, nilai kemanusiaan tetap hidup.
Sungai Musi hari ini bukan hanya saksi sebuah peristiwa tragis, tetapi juga saksi air mata seorang ayah, keteguhan keluarga, dan perjuangan bersama untuk menemukan seorang anak yang belum kembali ke pangkuan rumahnya. (*/red)
Polres Empat Lawang mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian di Desa Canggu. Terduga pelaku JS…
Polres Empat Lawang memperkuat pencegahan Karhutla melalui Makmano Karhutla dengan menyambangi warga dan mengedukasi larangan…
Polsek Talang Padang mendorong warga Desa Canggu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk memperkuat…
Polres Empat Lawang meraih peringkat II IKPA kategori pagu besar di KPPN Lahat yang membawahi…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menargetkan daerah bebas rabies 2030 setelah 230 kasus gigitan…
Polres Empat Lawang mengungkap kasus curanmor di Tanjung Kupang. Seorang terduga pelaku diamankan, polisi masih…