Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Empat Lawang, Fero Ananta menyampaikan bahwa pencarian diperkuat dengan tambahan personel dari luar daerah.
Menurutnya, langkah ini diambil untuk memperbesar peluang menemukan korban secepat mungkin.
“Ada tambahan personel dari luar daerah yang ikut membantu pencarian. Semoga dengan kekuatan tambahan ini, korban segera ditemukan,” ujar Fero.
Namun, medan pencarian bukan tanpa tantangan.
Arus Sungai Musi yang deras menjadi hambatan utama.
BACA JUGA: Mobil Tenggelam di Jalan Desa! Hujan Deras Bikin Sungai Menang Seperti Danau Dadakan 3,5 Km
Selain itu, luasnya area penyisiran membuat proses pencarian membutuhkan waktu, tenaga, dan koordinasi yang matang.
Tim SAR harus ekstra waspada demi keselamatan personel yang terlibat.
Di luar tim resmi, solidaritas warga setempat patut diapresiasi.
Sejumlah warga secara sukarela turun langsung membantu pencarian.
Dengan peralatan seadanya, mereka ikut menyelam di beberapa titik yang dianggap rawan dan berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Devi, salah satu warga yang ikut dalam proses pencarian, mengatakan bahwa warga telah berupaya semaksimal mungkin.
BACA JUGA: 153 Desa Terancam Tenggelam? Banyuasin Resmi Siaga Banjir, Warga Diminta Bersiap!
“Kami sudah menyelam di beberapa titik sekitar lokasi tenggelamnya korban, tapi sampai sekarang belum berhasil menemukan korban,” katanya.
Meski demikian, semangat gotong royong tetap terasa kuat.
Warga silih berganti membantu, baik dengan tenaga, logistik, maupun doa.
Bantaran Sungai Musi kini menjadi tempat berkumpulnya harapan, kecemasan, dan kepedulian sosial yang jarang terlihat dalam keseharian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung.
Tim gabungan berencana melanjutkan penyisiran dengan metode yang lebih luas dan terkoordinasi, menyesuaikan kondisi arus sungai dan cuaca.
BACA JUGA: Remaja Tenggelam di Curup Besemah Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Dua Hari Pencarian
Bagi keluarga Madon, setiap detik terasa begitu panjang.
Setiap riak air Sungai Musi membawa harapan sekaligus ketakutan.
Namun satu hal yang pasti, mereka tidak sendiri.
Dukungan masyarakat dan kerja keras tim pencari menjadi bukti bahwa di tengah musibah, nilai kemanusiaan tetap hidup.
Sungai Musi hari ini bukan hanya saksi sebuah peristiwa tragis, tetapi juga saksi air mata seorang ayah, keteguhan keluarga, dan perjuangan bersama untuk menemukan seorang anak yang belum kembali ke pangkuan rumahnya. (*/red)






