Aksi warga Musi Rawas batal setelah BBPJN Sumsel merespons desakan dengan memulai perbaikan jalan nasional yang rusak, Sabtu (14/2/2026). Foto: Istimewa
MUSI RAWAS, LINTANGPOS.com — Rencana aksi turun ke jalan yang sempat digaungkan warga Kabupaten Musi Rawas akhirnya urung dilakukan.
Keresahan masyarakat akibat kerusakan parah jalan nasional yang selama berbulan-bulan tak kunjung diperbaiki kini mulai mereda, setelah pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan merespons cepat dengan memulai pekerjaan perbaikan di lapangan.
Sebelumnya, warga Musi Rawas telah menyepakati akan menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Aksi tersebut direncanakan sebagai bentuk protes terhadap kondisi infrastruktur jalan nasional yang rusak berat, berlubang, dan kerap memicu kemacetan serta kecelakaan lalu lintas.
Bahkan, kerusakan itu dinilai telah mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara luas.
Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan. Pemerintah pusat mulai melakukan perbaikan jalan nasional di ruas Muara Beliti hingga Muara Lakitan.
BACA JUGA: Jalan Rusak Bikin Petani Kopi Kepahiang Tekor di Ongkos
Langkah konkret ini membuat masyarakat memilih menunda aksi dan memberi ruang bagi proses perbaikan yang tengah berjalan.
Anggota DPRD Musi Rawas, Alamsyah A Manan, membenarkan bahwa aksi yang seharusnya dilaksanakan hari ini batal dilakukan.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melihat adanya progres nyata di lapangan.
“Tunda dulu, karena jalan yang rusak-rusak parah sudah diperbaiki,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).
Sementara itu, Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cik Olah, mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya masyarakat dari tiga kecamatan di Musi Rawas telah menggelar pertemuan untuk menyikapi persoalan jalan nasional tersebut.
Dalam pertemuan itu, Firdaus hadir langsung dan mengakomodir aspirasi serta kegelisahan warga sebagai pengguna jalan.
BACA JUGA: Jalan Lintas Tebing Tinggi–Bengkulu Rusak Parah, Warga Pasang Tanda Bahaya!
Ia menjelaskan, keresahan masyarakat muncul karena dampak kerusakan jalan yang begitu luas.
Selain kemacetan dan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, kondisi jalan yang becek dan berlubang juga menghambat distribusi hasil perkebunan dan pertanian.
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…