Alessandro Nesta: Liverpool Kalah di Final 2007 karena Terlalu Banyak Gaya

oleh -549 Dilihat
Alessandro Nesta menilai kekalahan Liverpool di final Liga Champions 2007 akibat terlalu percaya diri dan pamer setelah comeback luar biasa di Istanbul 2005. AC Milan pun menuntaskan dendam dengan kemenangan 2-1 di Athena. Foto: Marco Luzzani/Getty Images

“Melawan Liverpool, itu seperti takdir yang terulang. Tapi mereka sudah terlalu banyak gaya setelah 2005. Kalau kamu terlalu pamer saat menang, cepat atau lambat kamu akan membayar harganya — dan kami melakukannya pada 2007,” lanjutnya.

Bek legendaris Italia itu juga menegaskan bahwa mentalitas tim Milan kala itu sudah terbentuk bahkan sebelum turun ke lapangan.

“Dari atas bus pun kami tahu kami akan menang. Kami bisa merasakannya — mereka terlalu percaya diri,” ujarnya.

“Ketika kamu menang, kamu harus tahu cara menang dengan elegan.”

BACA JUGA: Angin Segar di Stamford Bridge, Enzo Maresca Sambut Kembalinya Para Pemain Kunci Chelsea

Final tahun 2007 menjadi gelar Liga Champions ketujuh bagi AC Milan, menjadikan mereka klub tersukses kedua di Eropa setelah Real Madrid yang mengoleksi 15 trofi.

Sejak saat itu, Milan belum pernah lagi mencapai final Liga Champions, namun prestasi mereka tetap bertahan di papan atas sejarah kompetisi.

Sementara itu, Liverpool sempat kembali bangkit dengan menjuarai Liga Champions 2019 usai menumbangkan Tottenham Hotspur.

Secara keseluruhan, The Reds kini mengoleksi enam trofi Eropa, sejajar dengan Bayern Munich.

Meski dua dekade telah berlalu, kisah rivalitas antara Liverpool dan AC Milan tetap hidup dalam ingatan penggemar sepak bola.

Dari keajaiban Istanbul hingga “balas dendam” di Athena, kedua final itu menjadi cermin bahwa dalam sepak bola — kemenangan besar harus disikapi dengan rendah hati. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search