“Arus balik mulai terasa dan kami sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas sesuai arahan pimpinan,” ujarnya, Senin (23/3/2026).
BACA JUGA: Libur Nataru Pakai Mobil Dinas? Pemprov Sumsel Tegas: ASN Dilarang Mudik dan Liburan!
Peningkatan mobilitas masyarakat memang tidak bisa dihindari.
Data dari Polda Sumsel mencatat lebih dari 270 ribu pergerakan penumpang terjadi hanya dalam satu hari pada 22 Maret 2026.
Angka ini mencerminkan tingginya intensitas perjalanan lintas daerah, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Lonjakan ini juga menjadi sinyal bahwa puncak arus balik kemungkinan masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Oleh karena itu, kesiapan pemudik menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan.
Kepolisian pun mengeluarkan sejumlah imbauan yang tidak boleh diabaikan.
BACA JUGA: Lebaran di Negeri Amplop
Pemudik diminta untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari perencanaan rute hingga memastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Selain itu, kondisi fisik pengendara juga harus diperhatikan agar tetap fit selama perjalanan panjang.
Hal yang tak kalah penting adalah tidak memaksakan diri saat lelah.
Berkendara dalam kondisi mengantuk dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Pemudik diimbau untuk memanfaatkan rest area atau pos pelayanan yang telah disediakan di sepanjang jalur.
Di era digital saat ini, akses informasi menjadi lebih mudah.
BACA JUGA: THR ASN 2026 Mulai Cair, Rp3 Triliun Sudah Disalurkan ke 631 Ribu Pegawai Pemerintah
Pemudik disarankan untuk rutin memantau informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan rekayasa jalan.
Dengan begitu, keputusan perjalanan bisa diambil secara lebih bijak dan adaptif.
Arus balik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga ujian kesabaran, kesiapan, dan kewaspadaan.
Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat, diharapkan perjalanan kembali ke kota tujuan dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. (*/red)







