“Uji coba rekayasa lalin ini mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memastikan keamanan para pengguna jalan,” ujarnya, Senin, 24 November 2025.
Uji coba rekayasa lalu lintas ini berlangsung sejak 22 November dan diterapkan hingga pekerjaan selesai.
Selama periode tersebut, seluruh proses akan dievaluasi berkala guna mengidentifikasi kekurangan dan menyempurnakan skema yang digunakan.
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan, WST telah memasang rambu peringatan, barrier, pagar pengaman, menempatkan petugas flagman, hingga lampu selang untuk malam hari.
Spanduk imbauan juga dipasang di sejumlah titik. Informasi terkait rekayasa lalin turut disampaikan melalui Variable Message Sign (VMS).
Selain itu, tim tanggap darurat disiagakan 24 jam dan WST berkoordinasi intensif dengan kepolisian serta instansi terkait agar pengaturan lalu lintas berjalan optimal.
Achmad menegaskan bahwa selama perbaikan, jalan tol tetap dapat dilalui dua arah melalui skema rekayasa yang telah disiapkan.
“Kami menghimbau pengendara untuk mematuhi rambu-rambu, mengikuti arahan petugas, dan menjaga kecepatan demi keselamatan bersama,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan sesuai rencana dan standar keselamatan yang ketat.
“Kami berkomitmen menyelesaikan perbaikan ini sebaik mungkin agar Tol Kayuagung–Palembang kembali berfungsi optimal dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik,” tutupnya. (*/red)







