“Upaya ini dilakukan untuk membuka kembali aliran sungai dan mencegah banjir susulan,” jelasnya.
Fokus Pemulihan Infrastruktur di Bengkulu
Tak hanya di Sumatera Selatan, dampak banjir juga melanda Bengkulu. Material longsor menutup ruas Jalan Nasional Manna–Batas Provinsi Sumatera Selatan KM 171-177.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu menurunkan tiga unit excavator dan satu backhoe loader untuk membersihkan jalur vital tersebut.
Berbekal kerja sama dengan BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, akses jalan kini sudah bisa dilalui secara terbatas.
“Kami terus melakukan pembersihan dan pengamanan jalur agar mobilitas warga tidak terhambat. Pemulihan infrastruktur akan dipercepat untuk memulihkan aktivitas masyarakat,” kata perwakilan BPJN Bengkulu.
Harapan Warga Terdampak
BACA JUGA: Oknum Guru BK SMPN 1 Lubuk Linggau Resmi Jadi Tersangka Pelecehan
Warga Desa Tanjung Harapan kini berupaya bangkit di tengah keterbatasan.
Mereka masih mengandalkan bantuan darurat, sembari menanti perbaikan rumah serta perkuatan tanggul sungai.
Bagi mereka, kehadiran pemerintah menjadi penopang harapan agar kehidupan kembali normal.
Bencana ini menjadi pengingat betapa rentannya wilayah sekitar Sungai Are terhadap curah hujan ekstrem.
Pemerintah pusat bersama daerah kini berpacu dengan waktu, tidak hanya untuk memulihkan kerusakan, tetapi juga membangun sistem mitigasi bencana yang lebih kuat. (*/red)






