Ringkasan Berita:
° Hujan deras berjam-jam membuat sejumlah wilayah di Prabumulih terendam hingga 1 meter.
° Drainase tak mampu menahan debit air, sungai meluap, dan warga kaget saat air menerobos rumah pukul 03.00 dini hari.
° BPBD dan pemerintah turun membantu evakuasi serta pendataan.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Prabumulih tanpa jeda sejak Rabu (10/12) malam hingga Kamis (11/12/2025) pagi mengubah banyak sudut kota menjadi genangan luas.
Hujan yang turun berjam-jam itu bukan hanya membuat jalanan sunyi, tapi juga memicu kepanikan saat debit air mendadak naik dan menyerbu rumah-rumah warga.
Sejak matahari belum bangun, air justru lebih dulu “mengetuk pintu”.
Sekitar pukul 03.00 dini hari, ketika sebagian besar warga masih terlelap, air meluap masuk rumah.
Kenaikannya cepat—terlalu cepat bagi banyak keluarga untuk berpikir, apalagi mengevakuasi barang-barang.
“Kami memang langganan banjir, tapi kali ini airnya datang lebih cepat dari biasanya. Banyak barang tidak sempat kami pindahkan,” kata Rina (38), warga Karang Raja, masih tampak lelah setelah semalam berjibaku.
BACA JUGA: Kapolsek Turun Gunung! Siswa SMA Negeri 1 Lintang Kanan Ikuti Sosialisasi Anti-Kenakalan Remaja
Hal serupa dirasakan Titin, tetangganya. “Kami hanya tidur satu jam. Selebihnya kami habiskan untuk mengungsi dan menyelamatkan barang-barang,” ujarnya.
Genangan bervariasi dari 20–70 cm, bahkan menyentuh 1 meter di kawasan rendah dekat aliran sungai kecil.
Sungai Kelekar dan beberapa anak sungai yang ikut meluap memperparah situasi.
Dari Karang Raja, Cambai, Mayasari, Tugu Kecil, Gunung Ibul, hingga Prabumulih Timur—semuanya basah, semuanya sibuk menyelamatkan diri.
BPBD Kota Prabumulih bergerak cepat sejak subuh.
Tim dikerahkan ke berbagai titik untuk membantu evakuasi, mendata kerusakan, hingga menempatkan pompa penyedot air di lokasi yang dinilai kritis.
BACA JUGA: Terkumpul Rp1,063 Miliar! Aksi Kejutan Pemkot Prabumulih untuk Sumatera yang Bikin Haru
“Hujan sejak Rabu malam sangat tinggi. Sistem drainase kewalahan, sehingga air meluap,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Prabumulih, Driyono.
Tidak hanya BPBD, perangkat kelurahan juga turun di tengah sisa hujan.
Lurah Karang Raja, Leliana Santika, bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa, meninjau RW terdampak.
Kondisi paling mencolok terlihat di RW 4 RT 1: terjadi longsor yang menyeret beberapa rumah.
Perumahan Arda pun tak luput. Luapan Sungai Kali Bening merendam wilayah itu, mendorong warga untuk mengungsi ke tempat aman.
Di tengah suasana kacau, Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasrul, hadir langsung ke sejumlah titik banjir.
BACA JUGA: Sidak di Rutan Prabumulih, Program Pembinaan Tersembunyi yang Bikin Pejabat Terkejut!
Ia memastikan pendataan berlangsung cepat sebelum pemerintah memutuskan bantuan lanjutan.
“Untuk sementara, kami distribusikan nasi bungkus kepada warga terdampak,” ujarnya.
Hingga Kamis siang, sebagian warga masih bertahan di tempat pengungsian sementara—menunggu air surut, sambil berharap hari berikutnya bisa kembali pulang dan memulihkan hidup yang sempat terhenti selama semalam penuh air dan cemas. (*/red)





