“Pasang laut ikut menahan aliran sungai. Jadi meskipun hujan tidak ekstrem setiap hari, air tetap tertahan dan meluap,” jelasnya.
Untuk saat ini, kondisi banjir masih dapat ditangani oleh pemerintah kecamatan.
BACA JUGA: 153 Desa Terancam Tenggelam? Banyuasin Resmi Siaga Banjir, Warga Diminta Bersiap!
Namun, belajar dari kejadian yang berulang, pihaknya mulai menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.
Salah satu upaya yang direncanakan adalah normalisasi saluran air.
“Kita sudah mengajukan proposal ke Dinas Sosial untuk program cuci kanal. Ini penting karena debit air Sungai Mesuji memang tinggi, dan saluran perlu dinormalisasi agar aliran lebih lancar,” ujar Eka.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang, terutama saat hujan deras berbarengan dengan pasang laut.
Normalisasi kanal dinilai menjadi solusi krusial bagi wilayah yang berada di dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai besar.
Di tengah kondisi cuaca yang belum menentu, Eka juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada.
BACA JUGA: Terobos Banjir Demi Kemanusiaan! Tim Medis Sumsel Jadi Penolong Pertama di Aceh Tamiang
Warga diminta mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat air.
“Karena hujan dengan intensitas tinggi masih sering terjadi dan debit sungai naik, kami mengimbau masyarakat untuk terus waspada,” pungkasnya.
Banjir setinggi mata kaki mungkin terlihat sepele, namun bagi warga Sungai Menang, genangan itu cukup menjadi pengingat bahwa perubahan alam dan cuaca ekstrem kini semakin nyata.
Kewaspadaan, kesiapan, dan penanganan berkelanjutan menjadi kunci agar banjir tak lagi menjadi tamu tahunan di wilayah ini. (*/red)





