Categories: Nasional Pendidikan

Beda dari Sekolah Kedinasan Lain! STMKG Kini Terima Taruna Berkacamata dan Bertubuh Rata-Rata—Ini Alasannya

Ringkasan Berita:

° STMKG menurunkan syarat tinggi badan dan tetap membuka peluang bagi calon taruna berkacamata.

° Ketua STMKG, Deni Septiadi, menegaskan fokus utama kini pada kemampuan analisis sains, bukan fisik.

° Jurusan IPS dan mahasiswa pun boleh mendaftar selama memenuhi syarat akademik.


JAKARTA, LINTANGPOS.com – Di tengah ketat dan seragamnya aturan masuk sekolah kedinasan di Indonesia, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) muncul sebagai pengecualian menarik.

Alih-alih menuntut fisik nyaris sempurna, kampus kedinasan di bawah BMKG ini justru mengambil langkah sebaliknya: lebih ramah, lebih inklusif, dan lebih berfokus pada otak daripada tubuh.

Salah satu aturan yang bikin banyak calon pendaftar terkejut adalah keputusan STMKG yang tetap menerima taruna dan taruni berkacamata.

Dengan batas lensa spheris maksimal minus 4D dan silindris maksimal minus 2D, para pengguna kacamata tak perlu minder.

Bahkan jika kelak ingin melakukan lasik, hal itu diperbolehkan—asal biaya sendiri.

“Sepanjang tidak buta warna, kami terima,” ujar Ketua STMKG, Deni Septiadi, ketika ditemui di kampus STMKG pada Senin (8/12/2025).

BACA JUGA: Wajib Tahu! Ini Daftar Sekolah Kedinasan yang Masih Membolehkan Mata Minus untuk Pendaftaran 2026

Dokterlah yang memverifikasi kondisi mata mereka, dan kampus tidak ikut campur.

Bagi calon yang mengalami buta warna, Deni tegas menyebutkan bahwa mereka memang tidak bisa diterima karena pekerjaan di BMKG menuntut ketelitian membaca warna—mulai dari citra penginderaan jauh hingga peta meteorologi.

Namun perubahan paling terasa ada pada aturan tinggi badan.

Jika sekolah kedinasan lain menetapkan batas setidaknya 160–165 centimeter, STMKG justru menurunkannya.

Tahun ini, tinggi minimal hanya 155 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita.

Menurut Deni, kebijakan ini sengaja diterapkan karena STMKG sedang melakukan transformasi.

BACA JUGA: Akhirnya Terungkap! Ini Daftar Sekolah Kedinasan 2026 yang Tidak Wajib Tinggi Badan—Peluang Makin Terbuka!

“Kami membekali anak-anak dengan keilmuan sains, terutama fisis MKGI. Yang kami cari itu kemampuan analisis dan wawasan sains, bukan fisik layaknya TNI atau polisi,” tuturnya.

Page: 1 2

Lintang Pos

Share
Tags: BMKG Deni Septiadi pendaftaran STMKG sekolah kedinasan stmkg syarat masuk STMKG taruna berkacamata tinggi badan STMKG

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

RUPM 2026–2046 Jadi Kompas Investasi Empat Lawang

RUPM 2026–2046 disiapkan sebagai kompas investasi Empat Lawang. Pemkab juga menyoroti PAD sekitar Rp65 miliar…

7 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Data Penduduk Empat Lawang Beda Jauh, Pemkab Minta Sinkronisasi

Pemkab Empat Lawang membahas selisih data penduduk dalam Raker SDI 2026 dan menargetkan sinkronisasi data…

9 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Empat Lawang Gelar Salat Istisqa di 10 Kecamatan

Pemkab Empat Lawang menggelar Salat Istisqa di 10 kecamatan untuk memohon hujan. Sekda Fauzan mengajak…

11 jam ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Tiga Agenda Pemkab Empat Lawang Hari Ini

Pemkab Empat Lawang menjadwalkan tiga agenda pada Rabu, 16 September 2026, mulai salat istisqa hingga…

11 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Kasus
  • Sumsel

DPO Dua Tahun Kasus Korupsi Ditangkap, Berikut Penjelasan Kajari Empat Lawang!

Kejari Empat Lawang menangkap DPO kasus dugaan korupsi proyek jalan, setelah dua tahun buron. Kerugian…

19 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Sumsel

Kejari Empat Lawang Tangkap DPO Korupsi

Kejari Empat Lawang menangkap DPO kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Fajar Bakti-Lawang Agung di…

21 jam ago