Belasan Siswa Sekolah Rakyat Dirawat di Rumah Sakit? Ini Kata Kadinsos Empat Lawang 

oleh -47 Dilihat
oleh
Dinsos Empat Lawang meluruskan isu belasan siswa Sekolah Rakyat dirawat di rumah sakit. Faktanya hanya delapan siswa sakit dengan kondisi ringan, Selasa (20/1/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Isu belasan siswa Sekolah Rakyat di Empat Lawang dirawat di RSUD membuat warga resah.

° Dinas Sosial menegaskan kabar tersebut tidak benar.

° Hanya delapan siswa mengalami keluhan ringan seperti batuk dan demam, tanpa adanya kasus keracunan makanan.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Informasi mengenai belasan siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Empat Lawang yang disebut-sebut harus menjalani perawatan di RSUD Empat Lawang pada Minggu (18/01/2026) sempat menghebohkan masyarakat.

Kabar tersebut menimbulkan kekhawatiran, terlebih disertai isu dugaan keracunan makanan di lingkungan sekolah.

Salah satu siswa yang tengah mendapatkan perawatan mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari Sekolah Rakyat dan beberapa temannya juga dirawat di rumah sakit yang sama.

Ia bahkan sempat menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena ruang perawatan penuh.

“Kami beberapa orang dari sekolah sama, teman-teman saya sudah ada yang dirawat di kamar, tapi saya masih di IGD karena kamar semua penuh,” ujarnya.

Dinsos Pastikan Jumlah Siswa Sakit Tidak Belasan

BACA JUGA: Rahasia Seleksi Sekolah Rakyat, Bukan Daftar Online!

Menanggapi isu yang berkembang, Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang memastikan informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Kepala Dinas Sosial Empat Lawang, Eka Agustina, bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial turun langsung meninjau kondisi siswa di RSUD Empat Lawang.

Berdasarkan hasil pengecekan, jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan tercatat hanya delapan orang, bukan belasan seperti yang ramai diperbincangkan.

“Pagi tadi kami bersama Kabit Resos sudah mengunjungi rumah sakit. Saat ini dua siswa masih dirawat inap, dua sudah pulang, dan empat lainnya menjalani rawat jalan,” jelas Eka Agustina, Selasa (20/1/2026).

Dua siswa yang masih dirawat diketahui bernama Nisa dan Lois. Keduanya hanya mengalami keluhan ringan.

“Nisa batuk pilek, sementara Lois demam biasa. Alhamdulillah kondisinya membaik dan panasnya sudah turun,” tambahnya.

BACA JUGA: Empat Lawang Kebagian Mega Proyek! Sekolah Rakyat Rp719 Miliar Siap Ubah Masa Depan Anak Sumsel

Tidak Ada Keracunan, Keluhan Siswa Ringan

Eka Agustina menegaskan tidak ditemukan adanya kasus keracunan makanan seperti yang sempat diberitakan.

Mayoritas siswa hanya mengalami batuk, pilek, dan demam ringan.

“Kami luruskan agar tidak simpang siur. Total siswa sakit hanya delapan orang, bukan belasan apalagi 18,” tegasnya.

Pengawasan Konsumsi dan Langkah Pencegahan

Terkait konsumsi makanan di Sekolah Rakyat, Dinas Sosial memastikan seluruh proses berada dalam pengawasan ketat.

BACA JUGA: Resmi Dibuka! Seleksi PPPK Tendik SR, Berikut Daftar Gaji Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Semua Golongan!

Saat ini penyediaan makanan masih menggunakan jasa katering pihak ketiga, namun diawasi langsung oleh sekolah, tenaga kesehatan, dan Puskesmas setempat.

Ke depan, pihak sekolah juga telah menyiapkan dua dapur dan kantin sendiri guna meningkatkan kualitas dan keamanan konsumsi siswa.

Sebagai langkah lanjutan, sekolah telah mengajukan permohonan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ulang kepada Dinas Kesehatan, terutama bagi siswa baru.

“Langkah ini penting agar kesehatan siswa tetap terjaga dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” pungkas Eka Agustina.  (*/red)