Bibit Siklon 91S Dekatkan Arah Badai ke Sumsel! BMKG Ingatkan 3 Hari Hujan Tanpa Henti

oleh -106 Dilihat
oleh
BMKG mengeluarkan peringatan hujan sedang–lebat di Sumsel akibat bibit siklon 91S. Warga diminta waspada potensi banjir, angin kencang, dan longsor. (*/ILS)

Ringkasan Berita:

° BMKG memperingatkan warga Sumsel soal peningkatan hujan imbas bibit siklon tropis 91S yang muncul sejak 7 Desember 2025.

° Hujan sedang–lebat diprediksi mengguyur 9–13 Desember, berdampak pada sejumlah kabupaten/kota.

° Masyarakat diminta waspada banjir, angin kencang, petir, dan longsor.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Ketika langit Sumatera Selatan mulai menunjukkan tanda-tanda kelabu sejak awal pekan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengirimkan peringatan yang tak bisa dianggap sepele.

Sebuah bibit siklon tropis—dengan kode 91S—yang pertama kali terdeteksi pada 7 Desember 2025 di Samudera Hindia barat daya Lampung kini bergerak mendekati kawasan Indonesia, memicu potensi hujan ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

“Bibit siklon tropis dan aktifnya gelombang panas dengan suhu muka laut mencapai 40 derajat menyebabkan potensi hujan lebih intens, termasuk di wilayah Sumsel,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto MSi, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, bibit siklon yang semula jauh di selatan kini terdeteksi mendekati sekitar Jakarta pada 8 Desember.

Fenomena siklon tropis sendiri bukan main-main.

Sistem badai raksasa yang lahir dari perairan hangat—setidaknya 26,5°C—ini membawa angin berputar kencang, pusat tekanan rendah, dan curah hujan yang mampu berlangsung berhari-hari.

BACA JUGA: Harga HP Bakal Melonjak? RAM Samsung Naik 60%, Konsumen Siap-Siap Kaget di 2026!

Dampaknya? Mulai dari banjir, angin ribut, hingga gelombang badai yang merusak.

Hujan Sedang hingga Lebat Hingga 13 Desember

Berdasarkan analisis BMKG, hujan dengan intensitas sedang 20–50 mm per hari hingga lebat 50–100 mm per hari diperkirakan mengguyur berbagai wilayah di Sumatera Selatan pada 9–13 Desember 2025. Daerah yang berada dalam jalur potensi terdampak antara lain:

Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Lubuklinggau, Empat Lawang, Lahat, Pagaralam, Muara Enim, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Musi Banyuasin, PALI, Prabumulih, serta OKI.

Stasiun Meteorologi SMB II Palembang pun mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah antisipatif guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, petir, dan longsor.

Selain itu, aktivitas harian diharapkan tetap dilakukan dengan memperhatikan informasi cuaca terbaru.

BACA JUGA: Curah Hujan Gila-Gilaan hingga 2026! BPBD OKI Beberkan Daerah yang Terancam Banjir dan Puting Beliung

“Para kepala daerah juga dihimbau untuk berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan POLRI. Masyarakat diingatkan agar memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi BMKG atau melalui media sosial,” kata Siswanto.

Peringatan Tiga Hari Beruntun: Jadwal Hujan Per Wilayah

BMKG merilis daftar wilayah dan waktu potensi hujan sedang hingga deras pada 9–11 Desember:

9 Desember

Siang–Sore:
Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, OKU Selatan, OKU, OKI

Malam–Dini Hari:
OKI, Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, PALI, Palembang, Musi Banyuasin

BACA JUGA: Jembatan Utama di Gandus Ambles Usai Hujan Deras, Ratu Dewa Gerak Cepat!

10 Desember

Siang–Sore:
OKU Selatan, OKU, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Lahat, Pagar Alam, Muara Enim

Malam–Dini Hari:
Banyuasin, Ogan Ilir, OKI, OKU Timur, PALI, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Muara Enim

11 Desember

Siang–Sore:
Empat Lawang, Lahat, Pagar Alam, Muara Enim, OKU Selatan, OKU

Dengan bibit siklon 91S yang masih terus dipantau pergerakannya, BMKG meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada.

BACA JUGA: BMKG Sumsel Ingatkan Desember 2025 Bakal Dihajar Hujan Ekstrem! 8 Daerah Masuk Radar Waspada Banjir & Longsor

Musim hujan kali ini datang dengan wajah lebih garang, dan kewaspadaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko.

Jika Anda berada di wilayah terdampak, pastikan memeriksa saluran air rumah, menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca buruk, dan selalu memantau informasi resmi.

Langit mungkin kelabu, tapi kesiapsiagaan kita tetap harus terang. (*/red)