Para mahasiswa memiliki latar belakang keilmuan beragam, mulai dari kedokteran, biologi, fisika, kimia hingga teknologi informasi.
Joncik menilai keberagaman keahlian itu dapat memberikan wawasan baru, baik bagi siswa maupun pemerintah daerah.
Ia juga tertarik dengan pemaparan mengenai pemanfaatan intelijen geospasial untuk mendukung pembangunan. Ketertarikan tersebut, menurutnya, berkaitan dengan latar belakang pendidikan sarjana geografi yang pernah ditempuhnya.
BACA JUGA: Unhas Blacklist 5 SMAN, Nilai Rapor Dimanipulasi?
“Perkembangan dunia memang mengharuskan kita menguasai geospasial. Intelijennya tentu untuk kepentingan bernegara dan pembangunan,” katanya.
Joncik menjelaskan, penugasan mahasiswa Unhan merupakan salah satu bentuk dukungan berbagai potensi nasional terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Ia menyebut kegiatan serupa sebelumnya juga melibatkan unsur pendidikan lain, termasuk taruna Akademi Militer (Akmil).
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan berbagai pihak diharapkan membantu program Sekolah Rakyat mencapai tujuannya, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar dan membuka peluang masa depan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
BACA JUGA: Prestasi Membanggakan, Justine Ravendra Raih Bujang Harapan II Putra Putri Sriwijaya 2026
Kehadiran mahasiswa Unhan di Empat Lawang diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendampingan sementara, tetapi juga meninggalkan inspirasi yang terus tumbuh di kalangan siswa.
Bagi Joncik, keberhasilan Sekolah Rakyat bukan sekadar tentang kegiatan belajar di ruang kelas, melainkan juga bagaimana pendidikan dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk keluar dari kemiskinan. (*/gia)





