Categories: BengkuluKepahiang

Bupati, Wabub dan Ketua Dewan Sembelih Kerbau, Ini Makna Besarnya!

Ringkasan Berita:

° Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, Wabup Abdul Hafizh dan Ketua DPRD Igor Gregory Dayefiandro menyembelih seekor kerbau.

° Kegiatan ini sebagai rangkaian syukuran jelang penganugerahan gelar adat Rejang.

° Prosesi ini menjadi bagian penting pembukaan Umbung Kutei 2026.


KEPAHIANG, LINTANGPOS.com — Suasana halaman Rumah Adat Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Selasa (6/1/2026), tampak khidmat sekaligus sarat makna budaya.

Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.Ip, Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, M.Si, dan Ketua DPRD Kepahiang Igor Gregory Dayefiandro, SE, M.Sc, secara bersama-sama melaksanakan penyembelihan seekor kerbau.

Penyembelihan kerbau tersebut bukan sekadar seremoni biasa.

Prosesi ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan penganugerahan gelar adat yang akan diberikan kepada ketiga pimpinan daerah tersebut oleh Lembaga Adat Rejang (LARK) pada Kamis (8/1/2026), atau dua hari setelahnya.

Bupati Zurdi Nata menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar Umbung Kutei, sebuah perhelatan budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kepahiang sebagai wujud pelestarian adat dan tradisi masyarakat Rejang.

“Penyembelihan kerbau ini adalah ungkapan rasa syukur kami atas kepercayaan dan kehormatan berupa gelar adat yang akan kami terima,” ujar Nata.

BACA JUGA: Kemenangan Sejarah! Makam Pangeran Kramojayo Resmi Kembali Jadi Cagar Budaya — “Tangan Tuhan” di Balik Putusan PTTUN Palembang!

Kerbau yang disembelih nantinya akan menjadi hidangan utama dalam jamuan makan bersama pada acara penganugerahan gelar adat sekaligus pembukaan resmi Umbung Kutei.

Jamuan tersebut bukan hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga perwujudan nilai gotong royong dan kekeluargaan yang melekat dalam adat Rejang.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Umbung Kutei bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk menjaga keberlangsungan budaya Rejang Kepahiang di tengah arus modernisasi.

Dengan keterlibatan langsung para pemimpin daerah dalam prosesi adat ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya warisan budaya semakin kuat, sekaligus menjadikan Umbung Kutei sebagai identitas kebanggaan Kabupaten Kepahiang.

Page: 1 2

Redaksi

Recent Posts

Dari Grup hingga Status WhatsApp, Remaja Pesisir Barat Manfaatkan Media Digital untuk Sebarkan Pesan Dakwah

Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…

13 jam ago

DMI Empat Lawang Tegaskan Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban

Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…

15 jam ago

DMI Sumsel Tegaskan Empat Lawang Harus Jadi Pusat Gerakan Masjid

Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…

22 jam ago

DMI Empat Lawang Bangkit, Kepengurusan Baru Resmi Dilantik

Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…

22 jam ago

Deah Monica Soroti Tata Ruang dan Permukiman di Sekitar Rel Kereta Api Empat Lawang

Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…

23 jam ago

Api Berkobar di Tebing Alay, BPBD Turunkan Enam Personel

Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…

2 hari ago