Ia menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam menyerap kebutuhan warga, bukan sekadar mencatat usulan formalitas.
Menurut Sofian Haris, pembangunan akan kehilangan arah jika tidak dilandasi komunikasi dua arah yang intens antara pemerintah desa dan masyarakat.
BACA JUGA: Wisuda ke-94 UIN Raden Fatah Palembang, Kolaborasi untuk Kemajuan Bangsa
Oleh karena itu, ia meminta agar setiap kepala desa aktif berdiskusi dengan warganya untuk menentukan skala prioritas yang paling mendesak dan berdampak langsung.
“Jangan hanya menulis usulan. Duduklah bersama warga, dengarkan keluhan mereka, dan sepakati apa yang paling dibutuhkan. Dari situlah pembangunan yang tepat sasaran bisa diwujudkan,” ujarnya.
Selain aspek teknis dan partisipasi masyarakat, Camat Talang Padang juga mengingatkan pentingnya keselarasan program dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten.
Ia menegaskan bahwa setiap usulan yang dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten harus berada dalam satu koridor kebijakan daerah.
“Setiap usulan yang kita bawa harus sejalan dengan visi misi Kepala Daerah. Tujuan besar kita tetap satu, mewujudkan Empat Lawang Madani yang sejahtera dan religius,” tambahnya.
Musrenbang Kecamatan Talang Padang tahun ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara desa, kecamatan, dan kabupaten.
BACA JUGA: Wapres Gibran Disambut Hangat saat Kunjungi SRMA 7 Palembang
Proses diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai usulan prioritas yang mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi desa.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan usulan prioritas.
Dokumen tersebut akan menjadi dasar perjuangan Kecamatan Talang Padang dalam Musrenbang tingkat kabupaten mendatang.
Dengan komitmen kuat dari pimpinan kecamatan dan partisipasi aktif desa, harapan akan pembangunan yang lebih adil dan merata di Talang Padang pun semakin menguat.
Musrenbang kali ini bukan hanya tentang daftar program, tetapi tentang mendengarkan suara rakyat dan menjadikannya kompas utama pembangunan. (*/red)







