Cara Unik Pelajar SMK Empat Lawang Bangun Budaya Literasi

oleh -61 Dilihat
oleh
Book Session di SMK Negeri 2 Empat Lawang menghadirkan ruang literasi interaktif yang mendorong siswa aktif membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis, Selasa (2/2/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Perpustakaan Jalanan Pendopo berkolaborasi dengan Perpustakaan SMK Negeri 2 Empat Lawang menggelar Book Session. Kegiatan ini menghadirkan ruang literasi dialogis bagi pelajar untuk membaca, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan secara kritis.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif dan kolaboratif.

Salah satunya diwujudkan oleh Perpustakaan Jalanan Pendopo yang menyelenggarakan kegiatan literasi bertajuk Book Session pada Senin (2/2/2026) di SMK Negeri 2 Empat Lawang.

Kegiatan ini menjadi ruang alternatif bagi siswa untuk tidak sekadar membaca buku, tetapi juga mengolah pemahaman dan membagikannya melalui diskusi terbuka.

Book Session merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Jalanan Pendopo dan Perpustakaan SMK Negeri 2 Empat Lawang.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat budaya membaca sekaligus membangun ruang diskusi yang partisipatif dan inklusif di lingkungan sekolah.

Sebanyak 27 siswa terlibat aktif dalam kegiatan ini, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala SMK Negeri 2 Empat Lawang Bidang Kurikulum.

BACA JUGA: Intip Biaya Kuliah Universitas Brawijaya 2026, Kedokteran Tembus Rp24 Juta!

Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan literasi tersebut.

Menurutnya, Book Session memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa, karena mereka tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga dilatih untuk mengemukakan pendapat, menyampaikan gagasan, serta menghargai sudut pandang orang lain.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 10.30 hingga 15.30 WIB dengan fokus pada aktivitas membaca dan diskusi interaktif.

Para siswa diberi kebebasan untuk mengakses berbagai koleksi buku yang disediakan.

Setelah membaca, mereka diminta menyampaikan informasi, gagasan, serta refleksi kritis terhadap isi buku di hadapan peserta lainnya.

Sesi diskusi menjadi inti dari kegiatan Book Session.

BACA JUGA: Sidang Pembacaan Eksepsi Korupsi Pasar Cinde Ditunda, Alex Noerdin Dirujuk ke Jakarta, Ada Apa?

Di ruang ini, para siswa saling bertukar ide dan pandangan berdasarkan buku yang mereka baca.

Keberagaman judul buku menghadirkan diskusi yang dinamis, karena setiap siswa membawa perspektif yang berbeda.

Proses ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi.

Inisiator Perpustakaan Jalanan Pendopo, Irfan Fransisco, menjelaskan bahwa Book Session dirancang sebagai ruang literasi yang dialogis dan inklusif.

Ia menilai, keterlibatan aktif siswa dalam berbagi pemahaman terhadap bacaan menjadi daya tarik utama kegiatan ini.

“Siswa SMK Negeri 2 Empat Lawang diberikan ruang untuk menyampaikan informasi dan pemahaman tentang buku yang mereka baca kepada teman-temannya saat sesi diskusi berlangsung. Hal ini menciptakan dinamika pembelajaran yang menarik, karena setiap judul buku menghadirkan pembahasan yang unik dan perspektif yang berbeda,” jelas Irfan.

BACA JUGA: SNBP 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar dan Strateginya

Lebih lanjut, Irfan menegaskan bahwa antusiasme siswa menunjukkan besarnya potensi pengembangan literasi berbasis kolaborasi.

Menurutnya, kegiatan literasi tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan lintas pihak, baik sekolah, komunitas, maupun masyarakat.

“Penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi dari berbagai pihak agar ketersediaan sumber bacaan yang berkualitas dapat terus diperluas dan diakses oleh masyarakat serta pelajar secara merata,” tambahnya.

Melalui kegiatan Book Session ini, Perpustakaan Jalanan Pendopo berharap dapat terus menghadirkan ruang literasi yang hidup, relevan, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, dialog, serta pengembangan karakter di lingkungan sekolah, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Empat Lawang. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.