Penetapan telah melalui pleno dan menggunakan sejumlah kriteria, dengan sasaran utama masyarakat kurang mampu.
Kriteria tersebut terutama mengacu pada kelompok Desil 1 dan Desil 2.
Namun, pemerintah menemukan sejumlah data yang perlu diverifikasi kembali di lapangan karena terdapat kemungkinan kesalahan dalam pendataan.
“Ada juga yang human error, ada yang salah. Orang yang kondisinya memang harus dimasukkan Desil 2 atau Desil 1, tapi dijadwalkan Desil 6, Desil 7, Desil 8,” jelasnya.
Hasil verifikasi lapangan terhadap kondisi tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara.
Jika berdasarkan kondisi nyata calon siswa memang memenuhi kriteria, maka pemerintah akan melakukan penyesuaian sesuai hasil verifikasi.
Bidik Sekolah Nasional Terintegrasi
Selain mematangkan Sekolah Rakyat, Pemkab Empat Lawang juga tengah mengupayakan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di daerah tersebut.
Bupati mengatakan, upaya tersebut sedang dimaksimalkan bersama Dinas Pendidikan dan Tim Percepatan Pembangunan.
Namun, Empat Lawang belum dapat mengikuti gelombang pertama karena proses pembahasan baru dilakukan beberapa pekan terakhir.
Untuk gelombang kedua pada 2027, Bupati meminta agar peluang tersebut benar-benar diperjuangkan.
BACA JUGA: Kementerian PU Perluas Akses Pendidikan Lewat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap Dua di Sumsel
“Untuk tahun 2027, gelombang kedua harus pastikan. Saya minta betul Sekolah Terintegrasi bisa didapat,” ujarnya.
Jika terealisasi, sekolah tersebut direncanakan memanfaatkan lahan yang masih tersedia di kawasan yang sama.
Pemkab juga tengah memperjuangkan berbagai fasilitas pendukung melalui pembahasan anggaran di tingkat pusat.
Air Bersih Jadi Perhatian
Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah ketersediaan air bersih di kawasan Sekolah Rakyat.
BACA JUGA: Skor Tinggi Tak Jamin Lolos! Ini Fakta Mengejutkan Seleksi Substansi Calon Kepala Sekolah
Untuk sementara, kebutuhan air dipenuhi melalui suplai. Namun, pemerintah daerah menginginkan solusi permanen berupa pembangunan instalasi air bersih.





