Namun, ada satu hal yang membuat Si Badrin penasaran.
Setiap bulan purnama, ia mendengar suara orang mandi di pancuran yang dibuatnya. Rasa ingin tahu akhirnya membuat Si Badrin mengintip.
Betapa terkejutnya ia ketika melihat tujuh perempuan yang diyakini sebagai bidadari turun dari kayangan untuk mandi.
Dari sinilah rangkaian kisah panjang Serunting Sakti bermula.
Selendang Bidadari dan Asal-usul Tari Kebagh
Dengan siasat tertentu, Si Badrin berhasil mengambil selendang salah satu bidadari. Selendang itu kemudian disembunyikannya di rumah.
Akibat kehilangan selendang, bidadari bungsu tidak dapat kembali ke kayangan. Ia kemudian tinggal bersama Si Badrin dan akhirnya menjadi istrinya.
Namun, kehidupan mereka tidak berlangsung selamanya.
Ketika Si Badrin menikahi perempuan lain bernama Putri Bimbang Ati, ia meminta istri pertamanya menari di hadapan para tamu.
Bidadari bungsu bersedia dengan satu syarat: ia harus mengenakan selendangnya.
BACA JUGA: Bukit Siguntang, Wisata Sejarah dan Alam di Palembang yang Sarat Nilai Budaya
Permintaan itu dipenuhi.
Ketika selendang kembali berada di tubuhnya, bidadari bungsu mulai menari. Dalam kisah yang diwariskan masyarakat Pagar Alam, ia kemudian terbang menuju kayangan.
Tarian yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut dipercaya menjadi bagian dari cerita asal-usul Tari Kebagh, salah satu kesenian yang dikenal masyarakat Pagar Alam.
Perseteruan Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat
Setelah kehilangan bidadari bungsu, Si Badrin melanjutkan hidup bersama Putri Bimbang Ati.
Dari sinilah muncul konflik dengan saudara iparnya, Riye Tabing, yang dikenal dengan julukan Si Mata Empat.
BACA JUGA: Pentas Tayub di Ngandong: Harmoni Budaya Jawa yang Menghidupkan Semangat Desa
Perselisihan keduanya bermula dari perebutan jamur emas yang tumbuh pada pohon besar yang tumbang di antara ladang mereka.
Keduanya sama-sama dipercaya memiliki kesaktian.
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…