Ringkasan Berita:
° Nasib apes dialami Oktarina (43), janda satu anak di Palembang.
° Usai memergoki pacar berondongnya berselingkuh, ia justru dianiaya, dicekik, hingga kehilangan HP dan dompet.
° Kasus ini kini dilaporkan ke Polrestabes Palembang dan dalam penanganan polisi.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Cinta yang semula manis berubah menjadi petaka.
Itulah yang dialami Oktarina (43), seorang janda satu anak asal Jalan Radial Rusun, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang.
Hubungan asmaranya dengan seorang pria berondong justru berujung pada penganiayaan dan pencurian.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis malam, 18 Desember 2025, sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Rusun Palembang.
Oktarina mengaku cekcok hebat dengan sang kekasih berinisial ES (21) setelah mengetahui pria tersebut berselingkuh.
Emosi memuncak. Adu mulut berubah menjadi keributan fisik.
BACA JUGA: Angka Perceraian Meledak! Dewan: Jangan Sampai OKU Timur Jadi ‘Kampung Janda’
Dalam kondisi marah, korban sempat membanting teko listrik.
Namun respons terlapor justru brutal.
ES disebut memukul korban, meski sempat ditahan oleh tangan Oktarina.
Aksi dorong-mendorong pun tak terhindarkan hingga korban terjatuh dan tubuhnya membentur mesin air atau jet pump.
Belum cukup sampai di situ.
Terlapor sempat meninggalkan lokasi, namun sekitar 15 menit kemudian kembali.
BACA JUGA: Niat Mandi di Irigasi, Janda 61 Tahun Ditemukan Tewas: Penyakit Kambuh atau Terseret Arus?
Bukannya meminta maaf, ES justru mengambil dompet, jam tangan, dan handphone milik korban yang berada di dalam kontrakan.
Saat korban berusaha menahan pelaku agar tidak membawa kabur barang-barangnya, ES malah mencekik leher Oktarina hingga meninggalkan bekas memar.
“Saya tidak terima, Pak. Saya dianiaya, malah HP dan dompet saya dibawanya kabur,” ujar Oktarina dengan suara bergetar saat melapor ke polisi, Sabtu (20/12/2025).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar di bagian tubuh sebelah kanan serta lebam di leher akibat cekikan.
Oktarina pun menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang.
Didampingi anaknya, korban resmi melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan pencurian tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang.
BACA JUGA: Dapur Meledak Pagi Buta! Warga Lubuk Linggau Panik, Tabung Gas Diduga Bocor
Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Erwin melalui Pamapta Ipda Aditya Ammar, membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban.
Kasus tersebut kini akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang guna proses hukum lebih lanjut. (*/red)





