“Kami selalu mengingatkan agar waktu tunggu ini jangan disia-siakan. Ikuti manasik haji secara rutin, periksa kesehatan secara berkala, dan pastikan kondisi tubuh tetap prima,” pesannya.
Ia menambahkan, manasik haji yang digelar secara rutin merupakan bekal penting agar jemaah siap secara mental dan fisik ketika tiba waktunya berangkat.
Persiapan Menuju 2026: Paspor, Foto, hingga Pelunasan Biaya
Selain memantau antrean jangka panjang, Kemenag Lubuk Linggau juga tengah mempersiapkan keberangkatan jemaah haji tahun 2026.
“Sebagian calon jemaah sudah mengurus paspor, ada juga yang menyerahkan foto. Proses manasik pun sudah berjalan. Kami terus mendata jemaah agar tidak ada kendala administratif,” jelas Mahmudan.
BACA JUGA: Aksi Jambret di Jembatan Ampera, Mahasiswi Kehilangan Gelang Emas Rp12 Juta
Tak kalah penting, ia juga mengingatkan calon jemaah agar tidak menunda urusan pelunasan biaya haji. Hingga kini, perkiraan biaya haji 2026 masih menunggu keputusan pemerintah.
“Meski angka pastinya belum diketahui, sebaiknya persiapan finansial dilakukan dari sekarang. Jangan sampai menunggu mendekati waktu karena bisa merepotkan,” imbaunya.
Antrean Panjang, Harapan Tetap Tinggi
Bagi sebagian masyarakat, menunggu 25 tahun bukan waktu yang singkat. Namun semangat dan niat ibadah tetap menjadi pegangan utama.
“Yang penting adalah menjaga niat tetap lurus. Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga ujian kesabaran dan keikhlasan. Maka selama menunggu, jadikan waktu itu untuk memperbaiki kualitas ibadah sehari-hari,” ujar Mahmudan.
Dengan kuota yang terbatas, antrean haji di Lubuk Linggau mungkin akan terus bertambah panjang dari tahun ke tahun.
BACA JUGA: Penurunan TKD Picu Keresahan Daerah, Sumsel Hanya Dapat Rp16,65 Triliun, Berikut Rinciannya!
Meski demikian, pemerintah melalui Kemenag berupaya memberi bimbingan dan pendampingan terbaik bagi calon jemaah.
Bagi warga yang sudah terdaftar, pesan utamanya tetap sama: jaga kesehatan, siapkan mental, kuatkan niat, dan persiapkan finansial sejak dini.
Dengan begitu, saat panggilan Allah datang, calon jemaah siap berangkat dengan hati tenang dan fisik yang prima. (*/red)






