Jon Heri menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan kelurahan di seluruh kecamatan untuk mengumpulkan data yang lebih akurat.
Ia menegaskan bahwa data dari BPMP Sumsel belum divalidasi sepenuhnya.
“Data ini belum valid, kita masih kumpulkan dan periksa ulang dari tingkat desa dan kelurahan. Jadi sangat mungkin jumlahnya akan berubah,” pungkasnya.
Langkah verifikasi lapangan ini diambil agar data anak tidak sekolah di Empat Lawang benar-benar akurat dan dapat menjadi dasar kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.
Disdikbud berharap hasil verifikasi ini akan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan dan menekan angka anak putus sekolah di wilayah tersebut. (*/red)






