Categories: Berita Empat Lawang Pemerintahan Sumsel

Dugaan Pungli Gaji RT dan RW Mengemuka di Jaya Loka

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat.

Kali ini isu tersebut mengemuka di Kelurahan Jaya Loka, Kabupaten Empat Lawang.

Sejumlah Ketua RT dan RW diduga mengalami pemotongan gaji oleh oknum lurah setempat dengan alasan untuk biaya operasional kelurahan.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber menyebutkan bahwa para Ketua RT dan RW diminta menyetorkan sejumlah uang secara kolektif.

Besaran pungutan yang diminta disebut mencapai Rp350.000 dari setiap RT dan RW.

Menurut salah satu narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, pungutan tersebut disampaikan dengan alasan untuk mendukung kegiatan operasional di kantor kelurahan, termasuk kebutuhan administrasi seperti biaya fotokopi.

BACA JUGA: Rekaman Pungli Rp30 Juta Gegerkan Disdik OKI, Sekdin Buka Suara

Namun bagi sebagian RT dan RW, alasan tersebut menimbulkan tanda tanya karena tidak disertai penjelasan resmi ataupun mekanisme pengelolaan anggaran yang jelas.

“Setiap RT dan RW diminta setor Rp350 ribu. Katanya untuk biaya operasional kelurahan dan fotokopi,” ungkap narasumber tersebut.

Jika dihitung secara keseluruhan, pungutan yang dikumpulkan dari para Ketua RT dan RW tersebut disebut mencapai sekitar Rp9.100.000.

Uang tersebut diduga telah diserahkan secara langsung kepada Lurah Jaya Loka.

Praktik semacam ini memunculkan kekhawatiran di kalangan perangkat lingkungan, terutama karena dana yang dipungut berasal dari gaji atau insentif yang mereka terima sebagai bentuk penghargaan atas tugas pelayanan masyarakat.

Beberapa RT dan RW mengaku merasa keberatan dengan adanya pemotongan tersebut.

BACA JUGA: Penyaluran Bantuan Pangan 2025 di Empat Lawang Dimulai, 12 Ribu Keluarga Jadi Penerima—Kadis Tegaskan: Tidak Ada Pungli!

Selain mengurangi pendapatan mereka, pungutan itu juga dinilai tidak memiliki dasar yang jelas dalam aturan administrasi pemerintahan.

“Kami hanya ingin ada kejelasan. Kalau memang untuk operasional, seharusnya ada transparansi dan aturan yang jelas,” kata seorang narasumber dari kalangan RT.

Page: 1 2 3

Redaksi

Share
Tags: dugaan korupsi Empat Lawang gaji RT RW Kelurahan Jaya Loka pungli pungutan operasional transparansi anggaran
Topik: Pemerintahan

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

TP PKK dan BNN Luncurkan Ananda Bersinar di Empat Lawang

TP PKK dan BNNK Empat Lawang meluncurkan Ananda Bersinar untuk memperkuat pencegahan narkoba pada anak…

13 jam ago
  • Berita

Joncik Ajak Pemuda Empat Lawang Jaga Persatuan dan Keberagaman

Bupati Joncik Muhammad mengajak masyarakat dan pemuda Empat Lawang menjaga persatuan serta menjadikan keberagaman sebagai…

19 jam ago
  • Berita

Polsek Muara Pinang Antar Jenazah Warga Lewat Program Si Baja

Polsek Muara Pinang membantu mengantarkan jenazah Nuril Aminah melalui program Si Baja sebagai wujud pelayanan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan Narkoba dari Hulu

BNN Empat Lawang mengajak pemerintah, sekolah, dan masyarakat memperkuat pencegahan narkoba melalui edukasi, inovasi, dan…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Sumsel

Dua Rumah di Ulu Musi Empat Lawang Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Dua rumah warga di Padang Tepung, Ulu Musi, Empat Lawang, ludes terbakar. Diduga korsleting listrik,…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Empat Lawang Perluas Ananda Bersinar, Sekolah hingga Desa Jadi Sasaran

Empat Lawang memperluas program Ananda Bersinar melalui sekolah hingga desa. Kemang Manis dijadwalkan menjadi lokasi…

3 hari ago