El Nino 2026 berpotensi picu krisis kesehatan multidimensi. Waspadai panas ekstrem, polusi, dan kekeringan berkepanjangan. (*/Ilustrasi)
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Fenomena El Nino yang diprediksi mulai terasa pada April 2026 bukan lagi sekadar isu perubahan cuaca biasa.
Sejumlah ahli bahkan menyebutnya sebagai “Godzilla El Nino”—sebuah istilah yang menggambarkan besarnya potensi dampak yang ditimbulkan, khususnya terhadap kesehatan masyarakat.
Peringatan ini datang dari epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University yang menilai bahwa El Nino kali ini memiliki karakter lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya melihat fenomena ini dari sisi cuaca semata, tetapi juga dari ancaman kesehatan yang mengintai di baliknya.
Menurutnya, sejumlah lembaga termasuk BMKG telah memberikan sinyal bahwa El Nino berpotensi berkembang dari intensitas lemah menjadi kuat.
Hal ini dapat memicu musim kemarau yang lebih panjang, bahkan melampaui pola normal tahunan di Indonesia.
BACA JUGA: Awan Gelap Menggantung di Sumsel! BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Ancaman Berlapis yang Tak Terlihat
Salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari fenomena ini adalah munculnya kondisi yang disebut sebagai “multi hazard.” Istilah ini merujuk pada kombinasi berbagai ancaman yang terjadi secara bersamaan dan saling memperparah dampaknya.
Dalam konteks El Nino 2026, multi hazard itu meliputi suhu panas ekstrem, kekeringan berkepanjangan, penurunan kualitas udara, hingga pola hujan yang tidak menentu.
Kombinasi ini menciptakan tekanan besar terhadap sistem kesehatan masyarakat.
“Ini bukan hanya soal panas. Ini gabungan dari panas, udara kering, polusi, dan hujan sporadis. Semua itu berdampak langsung pada kesehatan manusia,” jelas Dicky.
Kondisi panas ekstrem, misalnya, dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang berpotensi fatal.
BACA JUGA: Status Siaga! Muba Dikepung Ancaman Cuaca Ekstrem hingga 2026, Warga Diminta Siap Setiap Saat
Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pekerja luar ruangan menjadi pihak yang paling terdampak.
Bupati Joncik Muhammad menyampaikan Raperda Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan Rp1,058 triliun, belanja Rp1,325 triliun…
DPRD Empat Lawang dijadwalkan membahas Raperda Perubahan APBD 2026 melalui penyampaian eksekutif dan pandangan umum…
Sumsel menjadi ikon Kriya Nusa 2026 dengan membawa perajin dari 17 kabupaten dan kota serta…
Timsus Polres Empat Lawang menggagalkan dugaan penghadangan mobil pembawa pepaya di jalur Pendopo–Pagaralam, Muara Pinang.
Satresnarkoba Polres Empat Lawang mengamankan dua terduga pelaku dan 40 klip sabu seberat bruto 6,85…
Ketua DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad menghadiri puncak HUT ke-28 PAN di JICC Jakarta bersama…