“Dari informasi yang kami terima, peristiwa itu terjadi sekitar dua minggu lalu. Kami baru tahu kemarin. Untuk sementara, guru tersebut dinonaktifkan sambil menunggu proses dari inspektorat dan BKPSDM,” kata Anita.
E menuturkan, kondisi anaknya kini sangat terguncang.
“Sebelum kejadian, dia anak yang ceria, sering ngobrol dan mengajak adiknya bermain.
Tapi sekarang seperti orang stres, menutup diri.
BACA JUGA: UEFA Pertimbangkan Larangan Israel, Ancaman Besar di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Harapannya, pelaku diproses seadil-adilnya dan jangan sampai ada korban lain,” tegasnya.
Korban yang dikenal berprestasi di sekolah bahkan tidak berani masuk kelas sejak kasus ini mencuat.
Sang ayah berharap agar proses hukum berjalan transparan dan memberi rasa aman kembali pada dunia pendidikan.
Kasus ini kembali menjadi catatan kelam dunia pendidikan di Lubuk Linggau.
Masyarakat berharap pihak berwenang memberi hukuman setimpal bagi pelaku dan memperkuat pengawasan agar peristiwa serupa tidak terulang. (*/red)
Page: 1 2
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…
Petani mengeluhkan irigasi rusak yang membuat air tak sampai ke hilir selama bertahun-tahun dan meminta…
Proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang senilai sekitar Rp300 miliar disorot setelah sejumlah pekerja mengeluhkan pembayaran…
Bupati Empat Lawang mengecek Sekolah Rakyat dan memastikan persiapan MPLS 7 September 2026 mencapai 90…
Kajari Empat Lawang Yuli Andri menjelaskan perbedaan Hari Lahir Kejaksaan 2 September dan Hari Bhakti…