“Ada yang tidak bisa dilakukan penghematan, pertama gaji ASN dan kedua pembangunan. Apalagi pembangunan yang sudah tertuang di RPJMD dan merupakan janji kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, keberadaan Jembatan Tanah Kering sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi warga, terutama dalam mengangkut hasil bumi.
“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat bisa lebih mudah mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunannya. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi lokal,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani menuturkan bahwa proyek ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mewujudkan pembangunan merata di seluruh wilayah.
“Ini adalah janji saya kepada masyarakat Banyuasin, khususnya di Kecamatan Pulau Rimau dan Selat Penuguaan. Dengan adanya duplikat Jembatan Tanah Kering ini, akses masyarakat akan semakin mudah,” jelas Askolani.
Ia juga menambahkan, setelah rampung, jembatan baru ini akan dioperasionalkan bersamaan dengan jembatan lama untuk membentuk dua jalur kendaraan dua arah.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga jembatan lama, karena jika rusak akan menghambat akses transportasi dan perekonomian,” pesan Askolani.
BACA JUGA: Pemkot Siap Jemput Bola Pembangunan Jalan Tol Lubuklinggau–Bengkulu
Selain itu, Gubernur Herman Deru juga menyinggung soal pembangunan Jembatan Rantau Bayur yang saat ini masih dalam tahap persiapan dan menunggu proses lanjutan dari Kementerian PUPR.
Pembangunan duplikat Jembatan Tanah Kering ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempercepat pemerataan ekonomi di Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Banyuasin. (*/red)






