Honor Belum Dibayar, Pj Kades Taba Santing Menuai Kecaman

oleh -991 Dilihat
oleh
Perangkat agama, linmas, dan BPD Desa Taba Santing belum menerima honor hingga delapan bulan sejak 2025. Dugaan kelalaian Pj kepala desa memicu kecaman warga. (*/dok/lintangpos.com)

Bahrul Rozi juga mengaku belum mengetahui secara rinci persoalan honor perangkat desa tersebut.

Menurutnya, ia baru saja dilantik sehingga masih mempelajari berbagai persoalan yang ada di wilayah kerjanya.

“Untuk peristiwa ini saya belum mengetahui secara persis, karena saya baru saja dilantik,” katanya.

Setelah itu, awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada bendahara Desa Taba Santing yang saat itu berada di ruangan staf kecamatan bersama sekretaris desa.

Saat ditanya mengenai keterlambatan pembayaran honor perangkat desa, bendahara memberikan tanggapan singkat dengan nada yang dinilai kurang bersahabat.

BACA JUGA: Gaji Guru Honorer Naik 2026, Ini Bocoran Lengkapnya!

“Kalau boleh tahu siapa yang ngomongnya? Kalau mau lapor ya silakan, kami tunggu,” ujar bendahara desa tersebut.

Jawaban itu semakin menambah kekecewaan sebagian perangkat desa yang merasa hak mereka belum dipenuhi.

Mereka berharap ada penjelasan terbuka terkait penyebab keterlambatan pembayaran honor tersebut.

Menariknya, pada malam hari di tanggal yang sama, tepatnya sekitar pukul 19.32 WIB, awak media mengaku menerima panggilan melalui aplikasi WhatsApp dari pejabat sementara kepala desa Taba Santing.

Dalam percakapan tersebut, Pjs kepala desa disebut meminta agar persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan.

Ia juga menyampaikan bahwa sikap bendahara desa yang dianggap ketus merupakan karakter pribadi.

BACA JUGA: Tak Ada Lagi Honorer di Pagar Alam! 1.729 Pegawai Resmi Jadi PPPK Paruh Waktu, Berapa Gajinya?

“Urusan itu tidak usah dibesar-besarkan. Kalau bendahara kami memang orangnya agak ketus,” ujarnya melalui sambungan telepon, sebagaimana disampaikan oleh awak media.

Selain itu, Pjs kepala desa juga disebut meminta agar berita terkait persoalan tersebut dihapus terlebih dahulu.

Ia bahkan menyampaikan kalimat yang dinilai bernada candaan mengenai pemberian uang.

“Sudahlah, hapus dulu berita itu. Amanlah sekadar untuk beli rokok nanti. Kalau sudah ada, saya kasih tahu. Kamu datang saja ke rumah saya, tapi jangan sekarang, saya belum ada uang,” ujar Pjs kepala desa tersebut.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.