Hujan Januari Jadi Berkah, Sawah di Tebing Tinggi Mendadak Hijau Kembali

oleh -668 Dilihat
oleh
Curah hujan Januari 2026 jadi momentum emas petani Tebing Tinggi Empat Lawang memulai masa tanam. Sawah hijau, harapan panen dan kesejahteraan pun tumbuh, Selasa (27/1/2026). Foto: Istimewa

Oleh karena itu, persiapan lahan dilakukan secara intensif.

BACA JUGA: Bupati Joncik Muhammad Tanam Padi Perdana Program Cetak Sawah Rakyat di Muara Pinang

Proses pembajakan menjadi tahapan awal yang wajib dilalui sebelum penanaman bibit padi.

Dengan menggunakan traktor, tanah dibalik agar sisa-sisa gulma membusuk secara alami.

Proses ini bertujuan membuat tanah kembali gembur, kaya oksigen, dan siap menjadi media tanam yang ideal.

“Prosesnya mulai dari pembajakan lahan dulu supaya tanahnya subur kembali, setelah itu langsung kita tanami padi. Kita berharap cuaca terus mendukung sampai masa panen nanti,” tambah Malik dengan nada optimistis.

Tak hanya Malik, semangat serupa juga terlihat dari petani lainnya. Gotong royong masih menjadi ciri khas masyarakat pertanian di Empat Lawang.

Jadwal tanam yang dilakukan hampir bersamaan diyakini mampu meminimalkan serangan hama serta memudahkan pengelolaan air secara kolektif.

BACA JUGA: Gubernur Sumsel Keluhkan Infrastruktur Minim, Produksi Padi Terhambat

Para petani menargetkan panen raya dapat berlangsung dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan ke depan, atau sekitar April hingga Mei 2026.

Jika cuaca tetap stabil dan tidak terjadi anomali iklim ekstrem, hasil panen diprediksi akan cukup melimpah.

Keberhasilan masa tanam di awal tahun ini bukan hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada masyarakat luas.

Produksi padi yang stabil di tingkat lokal diyakini mampu menjaga harga beras tetap terkendali di pasar.

Di tengah fluktuasi harga bahan pokok secara nasional, panen yang baik di daerah menjadi penyangga penting bagi ketahanan pangan.

Bagi Kabupaten Empat Lawang yang dikenal dengan julukan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

BACA JUGA: Sumsel Raih Apresiasi Kementan Berkat Inovasi Padi Apung

Setiap musim tanam yang berhasil berarti peningkatan kesejahteraan, keberlangsungan pendidikan anak-anak petani, hingga perputaran ekonomi desa.

Lebih dari sekadar aktivitas bercocok tanam, masa tanam Januari 2026 ini menjadi simbol optimisme.

Hujan yang turun konsisten seolah menghapus kekhawatiran petani akan kekeringan dan gagal panen.

Sawah yang kembali hijau menjadi saksi bahwa alam dan manusia masih bisa berjalan seiring, saling memberi dan menerima.

Jika cuaca tetap bersahabat, harapan akan panen raya bukan sekadar angan.

Bagi para petani Tebing Tinggi, setiap benih yang ditanam hari ini adalah doa yang dititipkan pada tanah, hujan, dan waktu—menunggu saatnya dituai sebagai hasil kerja keras dan keberkahan alam. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.