Update Info Bansos 2026: BLT Kesra Rp900 ribu dihentikan, BLT Dana Desa tetap cair. Simak daftar lengkap bantuan yang berlanjut dan dihentikan. (*/Ils)
° Pemerintah menetapkan kebijakan terbaru bansos 2026. BLT Kesra Rp900 ribu resmi dihentikan dan dialihkan ke program produktif.
° Sebagai gantinya, BLT Dana Desa tetap berlanjut dengan skema baru untuk keluarga miskin ekstrem di seluruh desa.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Memasuki tahun 2026, pemerintah kembali melakukan penyesuaian besar terhadap kebijakan bantuan sosial (bansos).
Fokus utamanya adalah memperkuat perlindungan bagi sekitar 100 juta warga miskin dan rentan, sekaligus mengalihkan pola bantuan dari sekadar tunai menjadi program pemberdayaan jangka panjang.
Kebijakan ini membawa dua kabar penting: ada bantuan yang resmi dihentikan, namun ada pula bantuan yang dipastikan berlanjut.
Bantuan Langsung Tunai Keluarga Sejahtera (BLT Kesra) senilai Rp900 ribu per keluarga, yang sempat cair pada akhir 2025, resmi tidak dilanjutkan pada 2026.
Berdasarkan keterangan Kementerian Sosial per Januari 2026, program ini tidak masuk alokasi anggaran rutin tahun berjalan.
BACA JUGA: 19 Warga Terima BLT! Dua Desa di Muara Pinang Gelar Musdes Maraton Bahas RKPDes 2026
BLT Kesra memang sejak awal dirancang sebagai bantuan bersifat kondisional, hanya dicairkan jika kondisi ekonomi nasional memerlukan stimulus khusus.
Penghentian ini merupakan bagian dari efisiensi anggaran sekaligus pergeseran fokus pemerintah menuju program yang lebih produktif dan berkelanjutan, seperti:
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan pencairan BLT Kesra 2026, karena bantuan tersebut tidak lagi tersedia kecuali ada keputusan khusus baru.
Meski demikian, jaring pengaman sosial tetap terjaga melalui program reguler seperti:
BACA JUGA: BLT Rp900 Ribu Belum Cair? Ternyata Ini Penyebab Aslinya yang Bikin Jutaan KPM Was-Was!
Di sisi lain, kabar baik datang dari desa. BLT Dana Desa dipastikan tetap berlanjut dan menjadi program utama penanganan kemiskinan ekstrem di wilayah perdesaan.
Page: 1 2
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…