Ringkasan Isi Berita:
° Mantan bek Barcelona, Inigo Martinez, mengungkap kekhawatirannya soal tekanan besar yang kini dipikul Lamine Yamal.
° Meski memuji talenta sang remaja ajaib, Martinez menilai Yamal belum sepenuhnya menyadari tanggung jawab besar yang ia emban sebagai bintang utama Blaugrana.
° Dalam wawancara bersama Cope, Martinez bercerita tentang kedekatannya dengan Yamal dan memperingatkan klub agar berhati-hati dalam menjaga mental sang pemain muda.
Spanyol, LintangPos.com — Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, kembali menjadi sorotan.
Kali ini bukan karena gol spektakulernya, melainkan karena peringatan jujur dari mantan rekan setimnya, Inigo Martinez.
Bek berusia 34 tahun itu mengaku khawatir dengan besarnya beban yang kini ditanggung pemain berusia 17 tahun tersebut.
Martinez, yang bergabung dengan Barca pada 2023 sebelum hengkang ke Al-Nassr musim panas lalu, berbicara terbuka dalam wawancara dengan radio Cope.
Ia menggambarkan hubungannya dengan Yamal sebagai hubungan ayah dan anak di ruang ganti Blaugrana.
“Saya punya hubungan spesial dengan Lamine, dan dia melihat saya seperti sosok ayah di ruang ganti,” ujar Martinez.
BACA JUGA: Barcelona Incar Alexander Isak, Striker Anyar Liverpool Bisa Hengkang Lebih Cepat dari Perkiraan
“Namun, saya rasa dia belum benar-benar sadar beban yang sedang dia pikul. Di usia 18 tahun, dia sudah dituntut untuk memimpin tim,” tambahnya.
Beban di Balik Keajaiban
Yamal menjadi simbol harapan baru Barcelona yang tengah berjuang membangun kembali identitas pasca-era Lionel Messi.
Di bawah asuhan Hansi Flick, permainan Barca kini banyak bergantung pada kreativitas sang remaja.
Flick bahkan menyebut Yamal sebagai “pemain yang tak tergantikan” karena kemampuannya mengatur tempo dan menciptakan peluang.
Selama musim 2024–2025 yang gemilang, Yamal mencetak 8 gol dan 13 assist di La Liga, membantu Barca meraih treble winners — termasuk Copa del Rey dan Supercopa de España.
BACA JUGA: Marcus Rashford Pasang Target Ambisius di Barcelona, Ingin Cetak 40 Kontribusi Gol
Puncaknya, performa luar biasa saat melawan Real Madrid, ketika ia mencetak satu gol dan satu assist untuk membalikkan keadaan menjadi 4–3.







