Ringkasan Berita:
° Pengadilan Spanyol memerintahkan Barcelona menyerahkan seluruh kontrak asli terkait pembayaran €8 juta (sekitar Rp139 Miliar) kepada mantan pejabat wasit Jose Maria Enriquez Negreira.° Investigasi menemukan tak ada dokumen resmi yang menjelaskan pembayaran tersebut, yang diduga dilakukan antara 2001 hingga 2018.
° Presiden Joan Laporta, eks pelatih Luis Enrique, dan Ernesto Valverde akan dipanggil sebagai saksi pada 25 November.
° Kasus ini berpotensi menyeret klub dalam tuduhan korupsi olahraga dan pengaruh terhadap keputusan wasit.
Spanyol, LintangPos.com – Kasus hukum yang menjerat FC Barcelona, dikenal sebagai “Negreira Case”, kembali memanas.
Sebuah pengadilan di Spanyol secara resmi memerintahkan klub raksasa Katalunya itu menyerahkan seluruh kontrak asli dan dokumen pendukung terkait pembayaran sebesar €8 juta (sekitar Rp139 Miliar) kepada mantan wakil presiden Komite Wasit Spanyol (CTA), Jose Maria Enriquez Negreira.
Perintah ini muncul setelah penyelidik gagal menemukan jejak kontrak atau dokumen tertulis dalam arsip Barcelona yang menjelaskan alasan pembayaran kepada Negreira dan perusahaan miliknya antara tahun 2001 hingga 2018.
Menurut laporan El Mundo, pembayaran itu disebut-sebut sebagai “layanan konsultasi wasit,” namun tidak ada bukti fisik yang menunjukkan layanan tersebut benar-benar dilakukan.
Dugaan Korupsi dan Dokumen yang Hilang
Pengadilan menegaskan tekadnya untuk mengungkap tujuan sebenarnya dari pembayaran selama hampir dua dekade tersebut.
BACA JUGA: Inigo Martinez Ingatkan Barcelona: Lamine Yamal Belum Sadar Beratnya Beban di Pundaknya
Fokus utama penyelidikan adalah untuk menentukan apakah transaksi itu benar-benar sah sebagai jasa konsultasi, atau justru merupakan upaya untuk mempengaruhi keputusan wasit demi keuntungan Barcelona — tuduhan yang dapat dikategorikan sebagai korupsi olahraga.
Dalam perintah resminya, pengadilan meminta segala bentuk bukti, termasuk laporan tertulis, catatan layanan, serta komunikasi antara pihak klub dan Negreira.





