Categories: Bengkulu Kepahiang Pertanian

Jahe Kepahiang Terserang Penyakit, Petani Panen Dini dan Rugi Besar!

Ringkasan Berita:

Serangan penyakit busuk rimpang memaksa petani jahe di Kabupaten Kepahiang melakukan panen prematur. Tanpa penyuluhan, kualitas jahe menurun drastis dan harga anjlok hingga Rp5.000 per kilogram, memperparah kerugian petani di tengah ancaman gagal panen komoditas lain.


KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Hamparan lahan jahe di Kabupaten Kepahiang yang biasanya hijau subur kini menyisakan kegelisahan.

Aroma rimpang segar yang lazim tercium saat musim panen berubah menjadi kekhawatiran, menyusul merebaknya penyakit busuk rimpang yang menyerang tanaman jahe milik petani.

Tanpa adanya pendampingan teknis dari pihak berwenang, para petani terpaksa mengambil langkah darurat: panen prematur.

Langkah tersebut jelas bukan pilihan ideal.

Dalam siklus pertanian normal, jahe baru layak dipanen setelah berusia 8 hingga 9 bulan pasca tanam agar ukuran rimpang, kadar pati, dan kualitasnya maksimal.

Namun kondisi di lapangan berkata lain. Sebagian besar petani di Kepahiang harus memanen jahe ketika usia tanaman baru menginjak 5 bulan, demi menyelamatkan sisa hasil sebelum membusuk total.

BACA JUGA: Petani Milenial Empat Lawang Panen Oyong Raksasa, Netizen Heboh!

Sugiman (45), petani jahe asal Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang, masih mengingat jelas saat pertama kali melihat perubahan pada tanamannya.

Daun mulai menguning, batang tampak layu, dan sebagian tanaman menunjukkan tanda-tanda pembusukan dari pangkal.

“Awalnya saya kira kekurangan pupuk atau air. Tapi makin hari kondisinya makin parah. Kalau tidak dipanen cepat, bisa habis semua,” ujar Sugiman saat ditemui wartawan di kebunnya, baru-baru ini.

Dengan berat hati, Sugiman memutuskan memanen lahan jahe seluas 0,5 hektare lebih awal dari jadwal.

Keputusan itu diambil bukan untuk mengejar keuntungan, melainkan meminimalkan kerugian.

Ia menyadari bahwa jahe yang dipanen muda tidak akan memiliki kualitas optimal.

BACA JUGA: Harga Turun, Panen Kopi Empat Lawang Kian Dekat

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa penyakit yang menyerang jahe tersebut disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi.

Page: 1 2 3

Redaksi

Share
Tags: fusarium oxysporum jahe gagal panen jahe harga jahe anjlok panen prematur jahe penyakit busuk rimpang jahe pertanian kepahiang petani jahe kepahiang virus gemini cabai

Recent Posts

  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Kepsek SRT 1 Empat Lawang Angkat Bicara Soal Dugaan Perundungan

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Empat Lawang, Suparno, memberikan tanggapan terkait dugaan perundungan

3 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Pendidikan
  • Sumsel

Siswa Sekolah Rakyat Diduga Dirundung, Berujung Patah Tangan

Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang diduga menjadi korban perundungan hingga cedera tangan dan harus dipulangkan…

4 jam ago
  • Artikel
  • Nasional

Sulit Bilang “Tidak”? Bisa Jadi Kamu Seorang People Pleaser

People pleaser kerap mengutamakan kebahagiaan orang lain hingga lupa mengenali dan memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.

19 jam ago
  • Artikel
  • Nasional

Membantu Orang Lain Jangan Sampai Bikin Diri Sendiri Kekurangan

Indah SJ mengingatkan pentingnya mengenali kapasitas dan batas diri saat membantu orang lain agar tidak…

20 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polisi Gencarkan Patroli Karhutla, Warga Diminta Jangan Bakar Lahan

Polsek Talang Padang menggencarkan patroli Karhutla dan mengajak warga tidak membakar lahan demi menjaga lingkungan…

21 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polsek Muara Pinang Gencarkan Makmano Karhutla

Polsek Muara Pinang menggencarkan Makmano Karhutla melalui patroli dan edukasi warga untuk mencegah pembakaran hutan…

1 hari ago