Jalan Lintas Tebing Tinggi–Bengkulu Rusak Parah, Warga Pasang Tanda Bahaya!

oleh -479 Dilihat
oleh
Jalan lintas Tebing Tinggi–Bengkulu rusak parah. Warga Empat Lawang pasang tanda bahaya, soroti truk besar, dan desak penertiban aparat. Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Kondisi jalan lintas provinsi Tebing Tinggi–Bengkulu di Empat Lawang kian memprihatinkan. Kerusakan parah di Desa Kemang Manis memicu keresahan warga akibat maraknya truk besar yang melintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kondisi infrastruktur jalan lintas provinsi yang menghubungkan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan menuju Bengkulu kini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Jalan yang seharusnya menjadi jalur vital penghubung antarwilayah itu justru berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan para pengendara.

Pantauan di lapangan menunjukkan salah satu titik kerusakan terparah berada di Desa Kemang Manis, Kecamatan Tebing Tinggi.

Di lokasi ini, permukaan aspal tidak lagi rata. Jalan bergelombang disertai lubang-lubang dalam yang nyaris menutup sebagian badan jalan, membuat pengendara harus ekstra waspada, terutama saat malam hari atau hujan turun.

Sebagai bentuk kepedulian sekaligus protes terhadap kondisi tersebut, warga setempat terpaksa mengambil langkah darurat.

Mereka menancapkan kayu yang dilapisi karung tepat di tengah lubang jalan, agar mudah terlihat oleh pengendara yang melintas.

BACA JUGA: Jalan Rusak Bikin Petani Kopi Kepahiang Tekor di Ongkos

“Ini supaya pengendara lebih hati-hati. Kalau tidak diberi tanda, bisa memakan korban, apalagi bagi yang tidak tahu kondisi jalan,” ujar Soni, seorang pengendara ojek gandeng yang kerap melintasi jalur tersebut.

Kerusakan jalan ini semakin diperparah dengan meningkatnya intensitas kendaraan berat, khususnya truk-truk besar yang melintas menuju Bengkulu.

Menurut warga, belakangan jalur Tebing Tinggi–Talang Padang kerap digunakan sebagai jalur alternatif.

“Kemarin siang ada truk lewat sini. Tidak tahu muatannya apa. Sepertinya sekarang mereka tidak boleh lewat Lubuklinggau, jadi dialihkan lewat Tebing Tinggi–Talang Padang tembus Bengkulu,” ungkap Eka, warga setempat.

Ia menambahkan, truk-truk tersebut biasanya melintas secara beriringan dan dalam jumlah banyak.

“Sering lewat malam sekitar jam sepuluh. Sekali lewat bisa lima truk atau lebih,” katanya.

BACA JUGA: Hujan Deras, Jalan Lintas Mura–Pali Lumpuh Terendam Banjir

Keterangan serupa disampaikan Zul, warga Desa Kemang Manis lainnya.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.