Ringkasan Berita:
° Jalur Lintas Timur Palembang–Betung di Kabupaten Banyuasin dinilai belum siap menghadapi lonjakan arus mudik Natal dan Tahun Baru.
° Sedikitnya 19 titik jalan berlubang dan rusak parah ditemukan, membahayakan pengendara, terutama roda dua.
BANYUASIN, LINTANGPOS.com – Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung, Kabupaten Banyuasin, tengah berada dalam sorotan.
Di saat jalur ini menjadi urat nadi penghubung Sumatera Selatan menuju Jambi dan provinsi lain, kondisinya justru dinilai belum sepenuhnya siap menyambut lonjakan arus lalu lintas libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang cukup mengkhawatirkan.
Sejumlah lubang besar dan kerusakan badan jalan tampak di beberapa titik strategis.
Salah satu yang paling parah berada di Simpang Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa.
Lubang menganga di sisi jalan memaksa kendaraan, terutama truk dan kendaraan bertonase besar, memperlambat laju demi menghindari risiko kecelakaan.
BACA JUGA: Nahas di Jalan Berlubang! Ibu 59 Tahun Tewas Usai Motor Oleng di HM Noerdin Pandji Palembang
Kerusakan serupa juga ditemukan di sekitar pintu Tol Musi Landas, wilayah Desa Mainan, hingga Desa Pulau Harapan di Kecamatan Sembawa.
Di lokasi-lokasi tersebut, lubang di pinggir jalan tidak hanya menghambat arus kendaraan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi pengendara roda dua, terlebih saat malam hari atau ketika hujan mengguyur.
Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Suwandi, membenarkan kondisi tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik jalan rusak di Jalintim Palembang–Betung.
“Dari hasil pemetaan, terdapat 19 titik Jalintim Palembang–Betung Banyuasin yang mengalami kerusakan, terutama jalan berlubang,” ujar Suwandi, Senin (15/12/2025).
Menurutnya, Satlantas Polres Banyuasin telah berkoordinasi dengan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Sumatera Selatan agar perbaikan dapat segera dilakukan.
BACA JUGA: Mobil Tenggelam di Jalan Desa! Hujan Deras Bikin Sungai Menang Seperti Danau Dadakan 3,5 Km
Langkah ini dinilai mendesak mengingat Jalintim merupakan jalur utama pergerakan masyarakat dan logistik lintas provinsi, khususnya menjelang Nataru.
“Perbaikan ini penting agar Jalintim siap menghadapi arus Nataru. Kami terus melakukan pemantauan,” jelasnya.
Salah satu titik kerusakan terparah berada di KM 13. Di lokasi tersebut, lubang besar terbentuk akibat gerusan air di bagian bawah badan jalan.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan, petugas telah membangun jembatan darurat sebagai solusi sementara.
Meski demikian, Suwandi berharap perbaikan permanen dapat segera dituntaskan sebelum puncak arus libur Nataru tiba.
“Kami berharap perbaikan bisa segera dituntaskan sebelum libur Nataru,” pungkasnya.
BACA JUGA: Detik-Detik Ibu di OKI Tewas Saat Menyalip: Sang Anak Luka, Jalan Lintas Timur Geger Pagi Itu
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat akhir tahun, kondisi Jalintim Palembang–Betung kini menjadi ujian nyata kesiapan infrastruktur jalan nasional. Keselamatan pengguna jalan pun menjadi taruhan jika perbaikan tak segera direalisasikan. (*/red)






