Ringkasan Berita:
Pemasangan balok jembatan atau erection girder Tol Palembang–Betung di KM 69–71 Banyuasin ditunda sementara tanpa batas waktu. Penundaan dilakukan karena menunggu rekomendasi keselamatan konstruksi dari Kementerian PUPR RI.
BANYUASIN, LINTANGPOS.com – Pekerjaan pemasangan balok jembatan atau erection girder pada proyek Jalan Tol Palembang–Betung kembali mengalami penundaan.
Kali ini, penghentian sementara dilakukan di ruas Sta 97+000 hingga Sta 111+690, tepatnya di KM 69–71 kawasan Tebing Dayat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Penundaan tersebut bersifat sementara dan belum memiliki batas waktu yang pasti. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino melalui Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Suwandi, pada Jumat, 30 Januari 2026.
“Iya, ditunda,” ujar AKP Suwandi singkat, mengonfirmasi keputusan tersebut.
Jadwal Malam Hari Terpaksa Dibatalkan
Sebelumnya, pemasangan balok jembatan ini telah dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap pada waktu malam hingga dini hari. Jadwal awal yang disusun meliputi Jumat (30/1/2026) malam hingga Sabtu (31/1/2026) pagi, kemudian dilanjutkan Minggu (1/2/2026) malam sampai Senin (2/1) dini hari, serta tahap terakhir pada 11–14 Februari 2026.
BACA JUGA: Sidang Tol Betung–Tempino Terancam Dihentikan, Ini Alasannya
Namun, seluruh jadwal tersebut terpaksa ditunda. Aparat kepolisian dan pihak pelaksana proyek memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pemasangan girder demi memastikan aspek keselamatan terpenuhi.
“Kita tunggu informasi resmi dari pihak HK untuk jadwal pengerjaan selanjutnya,” beber Suwandi.
Menunggu Rekomendasi Keselamatan Konstruksi
Penundaan ini bukan tanpa alasan. Menurut AKP Suwandi, faktor utama penghentian pekerjaan adalah menunggu keluarnya rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Konstruksi (K2) Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Rekomendasi tersebut dinilai krusial sebelum pekerjaan berat seperti pemasangan balok jembatan dilakukan, terlebih di ruas yang bersinggungan langsung dengan arus lalu lintas umum.
“Kita menunggu rekomendasi dari K2 Kementerian PUPR. Ini berkaitan langsung dengan keselamatan konstruksi dan pengguna jalan,” jelasnya.
BACA JUGA: Pemkot Siap Jemput Bola Pembangunan Jalan Tol Lubuklinggau–Bengkulu
Langkah ini sekaligus menunjukkan kehati-hatian semua pihak agar proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan pemerintah.
Polisi Sudah Siap Rekayasa Lalu Lintas
Meski pekerjaan ditunda, Satlantas Polres Banyuasin memastikan bahwa mereka sebenarnya telah menyiapkan berbagai skema pengamanan lalu lintas untuk mendukung pelaksanaan erection girder.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup jalan di sekitar lokasi proyek.
Selain itu, polisi juga menyiapkan area khusus sebagai kantong parkir kendaraan besar guna mencegah penumpukan arus.
“Kami sudah siap siaga, termasuk rekayasa lalu lintas dan menyiapkan kantong parkir kendaraan besar,” ungkap Suwandi.
Hal ini menunjukkan bahwa dari sisi pengamanan, kepolisian sebenarnya telah mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas yang biasa terjadi saat pekerjaan konstruksi besar dilakukan.
HK Infrastruktur Akan Lakukan Sosialisasi Ulang
Dari pihak pengelola proyek, Humas PT HK Infrastruktur Tol Palembang–Betung, Chandra, menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait penundaan ini.
“Kita akan siapkan surat resmi dan lakukan sosialisasi lagi,” katanya singkat.
Sosialisasi ulang dinilai penting agar pengguna jalan, masyarakat sekitar, serta pihak terkait lainnya mendapatkan informasi yang jelas dan tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
10 Bentang Balok, Satu Balok Bisa 1,5 Jam
Dalam proyek ini, diketahui terdapat sebanyak 10 bentang balok jembatan yang akan dipasang.
Setiap pemasangan satu balok diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 jam, sehingga pengerjaan harus dilakukan dengan perhitungan matang dan kondisi yang benar-benar aman.
Pemasangan girder merupakan salah satu tahapan paling krusial dalam pembangunan jalan tol, karena melibatkan alat berat, pengangkatan struktur beton besar, serta pengaturan lalu lintas yang ketat.
Tak heran jika rekomendasi keselamatan dari Kementerian PUPR menjadi syarat mutlak sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Tol Palembang–Betung, Urat Nadi Ekonomi Sumsel
Jalan Tol Palembang–Betung sendiri merupakan proyek strategis yang diharapkan mampu menjadi penggerak utama roda perekonomian Sumatera Selatan.
BACA JUGA: Kaca Mobil Pecah di Tol, Polisi Turun Tangan! Mediasi Damai Berujung Santunan Jutaan Rupiah
Kehadiran tol ini diyakini akan mempercepat distribusi barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Selain itu, tol ini juga diharapkan mampu mengurai kemacetan kronis di jalur lintas Palembang–Betung yang selama ini kerap menjadi keluhan pengguna jalan, terutama kendaraan berat dan angkutan logistik.
Dengan tersambungnya jalan tol tersebut nantinya, arus lalu lintas di jalan nasional dapat lebih terkendali, sementara perjalanan antarwilayah menjadi lebih cepat dan efisien.
Keselamatan Tetap Jadi Prioritas
Meski penundaan ini sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, keputusan menghentikan sementara pemasangan balok jembatan dinilai sebagai langkah tepat.
Keselamatan pekerja konstruksi dan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama dibanding mengejar target waktu semata.
BACA JUGA: Jalintim Palembang–Betung Alarm Bahaya Jelang Nataru, 19 Titik Jalan Rusak Menganga!
Kini, semua pihak tinggal menunggu lampu hijau dari Komite Nasional Keselamatan Konstruksi. Setelah rekomendasi resmi diterbitkan, pekerjaan erection girder Tol Palembang–Betung dipastikan akan kembali dilanjutkan dengan pengamanan maksimal.
Untuk sementara, masyarakat dan pengguna jalan diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pihak kepolisian dan pengelola tol terkait perkembangan terbaru proyek ini. (*/red)






