Sungai tersebut selama ini juga menjadi urat nadi transportasi bagi warga yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian, perkebunan, dan aktivitas ekonomi lokal lainnya.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pemerintah telah menyiapkan sistem pengawasan terpadu.
Petugas akan melibatkan unsur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat setempat.
BACA JUGA: Dump Truk Batubara Terguling Timpa Innova, Dua Tewas Seketika, Begini Kronologinya!
“Sudah siap, nanti akan diawasi. Ada dari pemprov, pemkab, dan masyarakat,” tukas Apriyadi.
Langkah tegas Pemprov Sumsel ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tak ingin kejadian serupa terulang.
Insiden ambruknya Jembatan Lalan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan keadilan bagi masyarakat yang terdampak.
Kini, bola panas ada di tangan AP6L dan pelaku usaha batu bara.
Apakah mereka akan memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya, atau harus menerima konsekuensi penghentian jalur distribusi utama?
Akhir tahun akan menjadi penentu nasib Sungai Lalan dan masa depan lalu lintas batu bara di Sumatera Selatan. (*red)
Tower panjat tebing Empat Lawang rusak, tiga atlet tetap berlatih menuju POPDA Sumsel 2026. Tim…
Tim Elang Polres Empat Lawang menangkap EM (20), terduga residivis curas yang diduga terlibat tujuh…
BPBD Empat Lawang mencatat lima titik panas yang telah dipadamkan. Sumber kabut asap masih belum…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin mengajak santri menguasai teknologi, berinovasi, dan menjaga akhlak demi…
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi bersama sejumlah pejabat utama…
Disdukcapil Empat Lawang mengimbau warga segera mengurus akta kematian agar data kependudukan akurat dan persoalan…