Categories: Headline Politik Sumsel

Jalur Sungai Ditutup! Tongkang Batu Bara Terancam Stop Total, Dana Jembatan Rp 35 Miliar Tak Kunjung Terkumpul

Bahkan, pemerintah mengaku belum menerima laporan resmi terkait berapa dana yang sudah berhasil dihimpun oleh AP6L untuk membangun jembatan pengganti.

BACA JUGA: Kapal Terbakar di Sungai Musi, Warga Palembang Heboh

“Hingga kini kita tidak tahu berapa besaran dana yang terkumpul, tapi kebutuhan pembangunannya kisaran Rp 35 miliar untuk penyelesaian Jembatan Lalan ini,” ungkap Apriyadi.

Menurutnya, angka tersebut bukanlah nominal kecil, tetapi sebanding dengan manfaat ekonomi yang selama ini dinikmati oleh pelaku usaha batu bara.

Sungai Lalan menjadi jalur strategis yang selama bertahun-tahun menopang distribusi komoditas tambang dari wilayah hulu ke hilir.

Pemerintah Provinsi Sumsel bahkan telah menyiapkan langkah administratif jika penutupan jalur benar-benar harus dieksekusi.

Aparat pengawasan akan diterjunkan untuk memastikan kebijakan ini berjalan sesuai aturan.

“Secara administrasi, kami sudah siap untuk melakukan penutupan jalur itu,” tegasnya.

BACA JUGA: Diguyur Hujan, Jalan Hauling Batubara Lahat Tetap Dikebut, Target Operasi Tahun Depan Tak Goyah!

Meski demikian, Pemprov Sumsel masih membuka peluang terakhir.

Jika hingga 31 Desember pihak asosiasi mampu menyediakan dana sesuai kebutuhan, kebijakan penutupan dapat ditinjau kembali.

Namun syaratnya jelas dan tidak bisa ditawar.

“Kalau mereka mau minta izin melintas lagi, mereka harus siapkan uang di rekening Rp 35 miliar agar bisa membayar konstruksi kontraktor,” kata Apriyadi dengan nada tegas.

Penutupan jalur ini dipastikan tidak bersifat menyeluruh.

Pemerintah menegaskan hanya tongkang pengangkut batu bara yang dilarang melintas.

BACA JUGA: Janji Jangan Cuma Omong! Pemerintah Sumsel ‘Semprot’ Pengusaha Batubara Soal Jembatan Muara Lawai yang Belum Diperbaiki

Sementara kapal yang membawa kebutuhan pokok, hasil bumi masyarakat, hingga peralatan proyek strategis nasional tetap diizinkan beroperasi seperti biasa.

“Selain tongkang batu bara, tetap boleh lewat,” ujarnya.

Kebijakan selektif ini diambil untuk menjaga denyut ekonomi masyarakat sekitar Sungai Lalan agar tidak lumpuh total.

Page: 1 2 3

Redaksi

Share
Tags: AP6L dampak penurunan produksi batu bara Sumsel Herman Deru jalur sungai ditutup Jembatan Lalan Musi Banyuasin Pemprov Sumsel Sungai Lalan tongkang batu bara

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Rukor Bulanan Pemkab Empat Lawang Bahas Manajemen Talenta hingga Pelayanan Publik

Pemkab Empat Lawang menggelar Rakoret seluruh OPD membahas Manajemen Talenta, persiapan Mal Pelayanan Publik, MoU…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Sekda Fauzan: Pancasila Harus Dibumikan

Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menegaskan nilai Pancasila harus dibumikan dalam birokrasi dan kehidupan…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Tiga Anak Diamankan, Polres Empat Lawang Ungkap Kasus Curas

Polres Empat Lawang mengungkap kasus curas di Tanjung Beringin. Tiga anak berusia 16 tahun diamankan…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Parlemen
  • Sumsel

Pemkab dan DPRD Empat Lawang Sepakati Perubahan APBD 2026

Pemkab dan DPRD Empat Lawang menyepakati Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan Rp1,137 triliun dan belanja…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Parlemen
  • Sumsel

Banggar Pangkas Belanja Rp67 Miliar di APBD Perubahan

Banggar DPRD Empat Lawang memangkas belanja Rp67,29 miliar dalam APBD Perubahan 2026 setelah proyeksi dana…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Dokumen Belum Rampung, Paripurna DPRD Empat Lawang Diskor

Rapat Paripurna DPRD Empat Lawang diskor karena dokumen laporan Banggar dan Pansus belum rampung. Sidang…

3 hari ago