Program beasiswa ini diharapkan dapat membuka kesempatan bagi guru honorer meningkatkan kualifikasi akademik.
BACA JUGA: Panas! Ketua DPRD Banyuasin Diduga Cekcok dengan Rekan Sefraksi, Begini Bantahannya!
Selain peningkatan tunjangan dan beasiswa, pemerintah juga menjadwalkan berbagai program pelatihan pada 2026, termasuk pelatihan coding, pembelajaran mendalam, hingga pelatihan kepekaan dalam mengajar.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa dukungan ini penting untuk meningkatkan kompetensi guru di era pendidikan modern.
Kendati demikian, ia mengakui bantuan tersebut masih jauh dari ideal.
“Sejumlah bantuan yang diberikan masih jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu, kami berencana menambahnya di tahun 2026,” katanya.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru memiliki peran sentral dalam pembentukan peradaban bangsa.
Ia menyebut guru sebagai agen pembelajaran yang membawa misi profetik untuk mencerdaskan, membangun nalar kritis, serta menanamkan akhlak mulia kepada peserta didik.
Ia berharap tambahan tunjangan, beasiswa, dan pelatihan ini mampu membuat guru lebih fokus mengajar tanpa terbebani persoalan ekonomi.
“Kehadiran guru sangat diperlukan murid sebagai figur inspiratif, teladan, dan sahabat dalam belajar,” tutupnya. (*/red)






