PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Tahun 2025 menjadi bab penting bagi perekonomian Sumatera Selatan.
Di tengah gejolak global dan tekanan eksternal, daerah ini justru tampil solid, stabil, dan penuh kejutan.
Data resmi BPS memperlihatkan Sumsel bukan sekadar bertahan, melainkan melaju lebih cepat dari ekspektasi banyak pihak.
Pada kuartal I 2025, ekonomi Sumsel tumbuh 5,22 persen secara tahunan. Sektor listrik dan gas, serta ekspor, menjadi motor utama awal tahun.
Laju ini menunjukkan ketahanan struktur ekonomi daerah ketika banyak wilayah lain masih berjibaku menata pemulihan.
Momentum menguat di kuartal II. Pertumbuhan mencapai 5,42 persen, tertinggi dalam empat tahun terakhir, bahkan melampaui pertumbuhan nasional.
BACA JUGA: Dari Bencana hingga Prestasi, Sumsel Melangkah Penuh Dinamika
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Sumsel bukan lagi sekadar pengikut, melainkan mulai berperan sebagai penggerak ekonomi kawasan.
Memasuki kuartal III, laju ekonomi tetap terjaga di level 5,20 persen.
Sektor akomodasi, makanan dan minuman, serta ekspor barang dan jasa kembali memberi kontribusi besar.
Aktivitas masyarakat meningkat, mobilitas pulih, dan belanja domestik kembali bergairah.
Secara kumulatif, tiga kuartal ini membentuk tren pertumbuhan yang konsisten.
Bukan hanya angka yang tumbuh, tetapi struktur ekonomi ikut bertransformasi.
Konsolidasi sektor produksi dan permintaan membangun fondasi yang lebih kuat bagi Sumsel menghadapi tahun-tahun berikutnya.
Sektor industri dan manufaktur muncul sebagai tulang punggung baru.
Industri pengolahan, khususnya kertas dan turunannya, menyerap investasi signifikan.
Dampaknya terasa langsung: lapangan kerja bertambah, kapasitas produksi meningkat, dan rantai pasok lokal makin hidup.
Di sisi lain, sektor tambang dan energi tetap memainkan peran sentral dalam pembentukan PDRB.
Nilai tambah komoditas menjadi bantalan kuat ekonomi daerah. Namun kini Sumsel mulai menyeimbangkan ketergantungan tersebut dengan mengembangkan sektor non-komoditas yang lebih modern.
BACA JUGA: Jembatan Darurat Disiapkan, Empat Lawang Siaga! Sumsel Bentengi Jalur Rawan Longsor Jelang Nataru
Pariwisata domestik juga menunjukkan sinyal cerah. Lonjakan pertumbuhan di sektor akomodasi dan kuliner mencerminkan meningkatnya pergerakan warga dan wisata akhir pekan.
Kota-kota di Sumsel mulai hidup kembali, tak hanya sebagai pusat bisnis, tapi juga destinasi konsumsi.
Pintu investasi terbuka lebar sepanjang 2025. Modal asing dan domestik mengalir deras, terutama ke sektor manufaktur dan energi.
Investasi ini bukan sekadar angka di laporan, tetapi mesin baru penciptaan kerja dan akselerator ekonomi jangka panjang.
Fondasi pertumbuhan semakin kokoh lewat proyek infrastruktur strategis.
Jalan Tol Trans Sumatera mempercepat konektivitas dan menekan biaya logistik.
BACA JUGA: Jembatan Darurat Disiapkan, Empat Lawang Siaga! Sumsel Bentengi Jalur Rawan Longsor Jelang Nataru
Pelabuhan kelas dunia, transportasi massal, kawasan industri, hingga proyek energi terbarukan membentuk wajah baru ekonomi Sumsel.
Namun perjalanan tak sepenuhnya mulus. Risiko kebakaran hutan dan lahan masih membayangi.
Gangguan kesehatan dan aktivitas ekonomi menjadi harga mahal dari bencana tahunan yang belum sepenuhnya teratasi.
Di sisi lain, dinamika kebijakan angkutan batubara memunculkan kekhawatiran baru di sektor logistik.
Menatap 2026, arah kebijakan mulai jelas.
Diversifikasi ekonomi, penguatan konektivitas, serta kolaborasi pemerintah dan swasta menjadi kunci.
BACA JUGA: Tak Disangka! Empat Lawang Masuk Daftar Elite Daerah Paling Transparan di Sumsel, Ini Rahasianya!
Fokus pada ekonomi hijau, teknologi, dan jasa menjadi strategi agar pertumbuhan tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. (*/red)







