Categories: Metropolis Palembang Palembang Sumsel

Kantor Pedagang Pasar Induk Jakabaring Disegel Gerombolan Misterius, Pengurus Terkunci Dua Pekan!

Ringkasan Berita:

° Sekretariat Persatuan Pedagang Pasar Induk Jakabaring (PPPJKB) Palembang disegel kelompok tak dikenal saat pedagang resmi tengah berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumsel.

° Dua pekan berlalu, segel belum dibuka. PT SSA dan pedagang saling tuding di tengah sengketa retribusi dan dugaan pungli.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com Suasana di Pasar Induk Jakabaring, Palembang, mendadak tegang. Kantor sekretariat Persatuan Pedagang Pasar Induk Jakabaring (PPPJKB) kini terkunci rapat dengan segel terpasang di pintu.

Sudah dua pekan lamanya, para pengurus tak bisa masuk ke markas mereka sendiri.

Penyegelan misterius itu terjadi pada 30 Oktober 2025, bertepatan dengan aksi ratusan pedagang resmi PPPJKB di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan.

Ironisnya, saat pedagang tengah menuntut keadilan atas dugaan pungli dan persoalan retribusi pasar, muncul “gerombolan tak dikenal” yang mengatasnamakan pedagang dan justru diterima oleh pihak pengelola, PT Swarnadwipa Selaras Adiguna (PT SSA).

Ketua PPPJKB Achmad Muchsin menegaskan kelompok yang melakukan penyegelan bukan bagian dari pedagang resmi.

“Kami semua saat itu berada di depan Kantor Gubernur. Tiba-tiba kantor kami disegel oleh kelompok yang tidak dikenal. Hingga kini segelnya belum dibuka,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

BACA JUGA: Tahun 2026 Kabupaten Lahat Resmi Punya UMK Sendiri, Tak Lagi Ikut UMP Sumsel

PPPJKB telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian sejak hari kejadian.

Namun, sampai hari ini belum ada kejelasan mengenai pembukaan segel.

“Masalah ini bisa selesai kalau pihak PT mau duduk bersama pedagang, tapi mereka enggan bertemu,” tambah Muchsin.

Ia mengingatkan bahwa Pasar Induk Jakabaring adalah salah satu aset penting perekonomian Palembang dengan lebih dari 300 pedagang aktif tergabung dalam PPPJKB.

Organisasi ini, katanya, resmi berdiri sejak Juni 2014 dengan akta notaris yang sah.

Masalah yang dihadapi para pedagang mencakup tarif retribusi, dugaan pungli, mafia lapak, serta penutupan lapak sepihak.

BACA JUGA: Ratusan Pedagang Pasar Induk Jakabaring Demo Tolak Kenaikan Retribusi dan Intimidasi

“Kalau tidak ada penyelesaian, pedagang bisa saja mogok dagang. Tapi kami tahu dampaknya besar, termasuk pasokan sayur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya mengingatkan.

Page: 1 2

Lintang Pos

Share
Tags: Firli Darta mafia lapak Muchsin Pasar Induk Jakabaring pedagang Palembang penyegelan kantor pedagang PPPJKB PT SSA pungli retribusi sengketa pasar

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Makmano Karhutla Digencarkan, Warga Empat Lawang Diminta Stop Bakar Lahan

Polsek Tebing Tinggi menggencarkan Makmano Karhutla dengan menyambangi warga dan mengingatkan agar tidak membuka lahan…

4 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Bhabinkamtibmas Ulu Musi Cek Pekarangan Bergizi Warga

Bhabinkamtibmas Polsek Ulu Musi mengecek Pekarangan Bergizi di Desa Batu Lintang sebagai dukungan terhadap ketahanan…

8 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Pemilik Lahan Jadi Sasaran, Polisi Sebarkan Maklumat Karhutla

Polsek Tebing Tinggi menyasar pemilik lahan di Desa Kembang Manis untuk mencegah Karhutla dan melarang…

8 jam ago
  • Nasional
  • Religi
  • Sumsel

Herman Deru Tantang Kafilah Sumsel Kembalikan Kejayaan MTQ

Herman Deru melepas 95 Kafilah Sumsel ke MTQ XXXI Semarang dan menargetkan kejayaan Sumsel kembali…

19 jam ago
  • Berita
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Herman Deru Soroti Masa Depan Transmigrasi, RUU Diminta Bereskan Aset

Herman Deru meminta RUU Ketransmigrasian tak hanya ubah paradigma, tetapi juga menyelesaikan persoalan aset dan…

19 jam ago
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Bhabinkamtibmas Cek Pekarangan Bergizi, Dorong Ketahanan Pangan Desa

Bhabinkamtibmas Polsek Pendopo mengecek Pekarangan Bergizi di Desa Tanjung Baru untuk mendorong kemandirian pangan dan…

22 jam ago