Hingga kini, pihak kepolisian dikabarkan telah mengamankan dua dari empat terduga pelaku, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.
Aden menambahkan, Al Kodirin merupakan anggota aktif LTC yang menjabat sebagai koridor wilayah Jember.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas sopir Lampung.
Lebih jauh, Aden menegaskan bahwa komunitas sopir siap turun tangan membantu aparat apabila upaya pencegahan tidak membuahkan hasil.
“Kalau situasi makin sering terjadi dan tidak ada penindakan, kami bersama komunitas di Palembang siap lakukan operasi senyap ‘sarung hitam’ dengan melakukan sweeping,” tegasnya.
Menurut Aden, aksi pemalakan masih marak terjadi karena lemahnya pengawasan di titik rawan.
Para pelaku disebut memanfaatkan situasi minimnya kehadiran aparat.
BACA JUGA: Sopir Lampung Tewas Ditikam Pemalak, Satpol PP Akui Tak Ada Patroli di Lokasi Saat Kejadian
“Kalau ada pos polisi yang dijaga, mungkin kejadian seperti ini bisa dicegah,” katanya.
Ia berharap wilayah Palembang dapat menjadi area aman bagi para sopir yang melintas, bebas dari aksi premanisme dan ancaman pemalakan.
Sebagai penutup, Aden mengimbau para sopir agar tidak takut membuat laporan resmi ke polisi apabila mengalami tindak kriminal di jalan. (*/red)






