Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Miksan yang Diduga Ditembak di Kepala

oleh -176 Dilihat
Keluarga Miksan (41), warga Muratara, mendesak polisi mengusut penyebab kematian yang awalnya disebut kecelakaan. Hasil autopsi menemukan peluru di kepala korban. Satu terduga pelaku telah diamankan, sementara penyelidikan kasus masih berlanjut. Foto: dok/Istimewa

Ringkasan Berita:
° Keluarga Miksan (41), warga Muratara, mendesak polisi mengusut penyebab kematian yang awalnya disebut kecelakaan.

° Hasil autopsi menemukan peluru di kepala korban. Satu terduga pelaku telah diamankan, sementara penyelidikan kasus masih berlanjut.


Muratara, LintangPos.com — Keluarga Miksan (41), warga Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian almarhum yang dinilai penuh kejanggalan.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (21/10/2025) pagi. Miksan yang bekerja sebagai penjaga keamanan kebun sawit ditemukan dalam kondisi luka parah di bagian kepala.

Awalnya, kematian Miksan disebut akibat kecelakaan. Namun, keluarga mencurigai adanya hal lain di balik peristiwa tersebut.

Menurut sang istri, Teti Herlina (32), kabar suaminya mengalami kecelakaan pertama kali disampaikan oleh keponakannya.

“Biasanya suami saya pulang pagi, tapi hari itu belum juga pulang. Tidak lama, kami dapat kabar kalau dia kecelakaan dan dibawa ke Puskesmas Beringin Jaya,” ujar Teti saat ditemui Senin (3/11/2025).

Sesampainya di puskesmas, korban masih bernapas dalam kondisi kritis dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Rupit.

BACA JUGA: Motor Hasil Curas Ditemukan, Polsek Lintang Kanan Kembalikan ke Pemilik

Tak lama setelah tiba, Miksan dinyatakan meninggal dunia.

Dokter yang memeriksa sempat menemukan kejanggalan pada luka di kepala korban.

“Dokter bilang luka suami saya tidak wajar. Dari hasil rontgen, terlihat ada benda asing di dalam kepalanya,” ungkap Teti.

Meski pihak rumah sakit menyarankan visum, keluarga sempat menolak karena alasan emosional.

Namun, beberapa hari kemudian, keluarga sepakat untuk membongkar makam Miksan guna dilakukan autopsi.

Autopsi yang dilakukan pada Sabtu (1/11/2025) mengungkap fakta mengejutkan — ditemukan peluru di kepala korban.

BACA JUGA: Krisis di Anfield Kian Nyata! Liverpool Telan Kekalahan Keempat Beruntun, Slot: Terburuk Sepanjang Karier

“Saya tidak ikut karena tidak sanggup melihat. Tapi dari hasil autopsi, polisi menemukan peluru di kepala suami saya,” kata Teti.

Atas temuan tersebut, keluarga besar Miksan menuntut keadilan dan meminta agar pihak berwenang menindaklanjuti kasus ini secara transparan.

“Kami hanya ingin keadilan. Siapa pun pelakunya, harus dihukum seadil-adilnya,” tegasnya.

Kapolsek Muara Rupit, AKP Dhenny Satriya, membenarkan bahwa satu orang terduga pelaku telah diamankan.

“Ya, benar. Saat ini satu orang sudah diamankan dan masih dalam proses penyidikan,” ujarnya.

Hingga kini, Kasat Reskrim Polres Muratara, Iptu Nasirin, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Percobaan Penculikan Siswi SMPN 30 Palembang

Kematian Miksan kini menjadi sorotan masyarakat setempat, yang berharap kasus ini dapat diungkap secara terang benderang oleh aparat penegak hukum. (*/red)