Ringkasan Berita:
° Seorang pria asal Musi Banyuasin, Selpansyah (32), babak belur dihajar massa setelah kepergok mencuri di rumah warga Palembang.
° Aksi dramatisnya berakhir di balik ranjang. Korban memilih menyelesaikan kasus secara kekeluargaan.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com — Malam yang seharusnya tenang di kawasan Jalan Sukabangun I, Lorong Kamil, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, berubah mencekam.
Seorang pria asal Musi Banyuasin, Selpansyah (32), nyaris tak berkutik setelah kepergok menyusup ke dalam rumah warga dan berakhir babak belur dihajar massa.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (23/12/2025) ketika pemilik rumah, Tri Sura Samudra (29), terbangun dari tidurnya akibat suara mencurigakan di depan kamar.
“Korban bangun dan membuka pintu kamar melihat pelaku sudah berada di dalam rumah kemudian korban berteriak ‘maling’,” ungkap Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andrian, Rabu (24/12/2025).
Teriakan tersebut membuat suasana seketika kacau. Selpansyah yang panik langsung berlari ke arah dapur dan berusaha meloloskan diri.
Korban bersama saksi tanpa ragu melakukan pengejaran hingga ke sudut rumah.
BACA JUGA: Kapolsek Turun Gunung! Siswa SMA Negeri 1 Lintang Kanan Ikuti Sosialisasi Anti-Kenakalan Remaja
Upaya kabur itu berubah jadi adegan kejar-kejaran dramatis. Pelaku sempat bersembunyi di balik ranjang, berharap luput dari amukan warga.
Namun, tempat persembunyian itu justru menjadi akhir dari pelariannya.
“Pelaku sempat sembunyi di balik ranjang tapi ketahuan. Kemudian pelaku dibawa ke halaman depan, selanjutnya korban menghubungi RT setempat lalu Bhabinkamtibmas,” jelas Alex.
Tak lama berselang, warga berdatangan. Emosi memuncak.
Selpansyah pun menjadi sasaran pelampiasan amarah hingga tubuhnya babak belur sebelum akhirnya diamankan aparat dan dibawa ke Mapolsek Sukarami.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa piring dan sebuah gergaji yang diduga akan digunakan dalam aksi pencurian tersebut.
BACA JUGA: Lupa Cabut Kunci, Motor Raib Sekejap! Pria 43 Tahun Babak Belur Dihajar Massa
Namun, kejadian ini tidak berlanjut ke proses hukum. Korban memilih jalan damai.
“Korban telah membuat surat pernyataan dan memaafkan perbuatan pelaku, sehingga perkara tidak dilanjutkan,” kata Alex.
Malam itu, bukan hanya meninggalkan luka di tubuh pelaku, tapi juga menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berniat menguji keberanian warga Palembang.
Di balik pintu yang terkunci rapat, selalu ada mata yang terjaga — dan keberanian untuk melawan. (*/red)





