Ringkasan Berita:
° Kepala Desa Bailangu Timur, Musi Banyuasin, Herman Sawiran ditikam keponakannya sendiri, Patra, di kantor desa.
° Insiden berdarah ini melukai tiga orang dan membuat korban harus dirawat intensif di RSUD Sekayu.
MUBA, LINTANGPOS.com — Suasana kantor Desa Bailangu Timur, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mendadak berubah mencekam, Kamis (8/1/2026) sore.
Kepala Desa Herman Sawiran menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh keponakannya sendiri, Patra.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 15.05 WIB di lingkungan kantor desa.
Saat kejadian, Patra datang sambil membawa senjata tajam dan menanyakan keberadaan Herman Sawiran.
“Peristiwa bermula ketika Patra datang ke kantor desa dengan membawa sajam dan menanyakan keberadaan Kades,” ungkap Kasi Humas Polres Muba AKP S Hutahaen, Sabtu (10/1/2025).
Setelah bertemu di ruang kerja kades, cekcok mulut tak terhindarkan.
BACA JUGA: Kasus Kades Terjerat Korupsi Makin Banyak! Pajak Desa Tak Disetor Jadi Lahan Basah Baru
Pertengkaran itu dengan cepat berubah menjadi aksi brutal ketika Patra menghunus senjata tajam dan menyerang pamannya sendiri.
Melihat situasi memanas, Boby Apriansyah, staf desa, berusaha melerai.
Namun nahas, ia justru ikut menjadi korban sabetan senjata tajam.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka serius, yakni:
- Herman Sawiran (Kepala Desa),
- Boby Apriansyah (staf desa),
- Patra (pelaku).
Ketiganya langsung dievakuasi oleh perangkat desa dan warga ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Sekayu untuk mendapat perawatan intensif.
BACA JUGA: Heboh! Seorang Pedagang Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri di WC Pasar Ilir
“Ketiganya segera dievakuasi ke RSUD Sekayu,” tambah AKP Hutahaen.
Polisi memastikan bahwa antara korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga dekat — paman dan keponakan.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik penusukan tersebut.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Anggota telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi,” tutup Hutahaen.
Peristiwa ini mengundang keprihatinan warga dan memunculkan kekhawatiran soal keamanan di lingkungan pemerintahan desa yang selama ini dikenal kondusif. (*/red)





