Ia mengaku rutin melakukan tiga perbuatan baik setiap hari, sebuah kebiasaan yang ia pelajari dari Alcoholics Anonymous.
“Setiap Minggu, saya sering mengunjungi para tunawisma di Bournemouth. Kadang saya memberi mereka roti, uang, atau rokok,” ujarnya.
Gascoigne juga tengah menulis buku baru berjudul Eight, yang akan mengupas sisi lain kehidupannya, termasuk masa-masa sulit dalam pernikahannya dengan Sheryl, kariernya yang gemilang di lapangan, dan hubungan mendalamnya dengan pelatih legendaris Sir Bobby Robson.
Dalam buku tersebut, Gazza juga mengenang mendiang ayahnya, John, yang pernah menempatkannya di bawah pengawasan hukum kesehatan mental pada 2008.
“Saya masih merindukan ayah. Ia hanya melakukan apa yang menurutnya terbaik untuk saya,” kenangnya.
BACA JUGA: Polda Sumsel Gagalkan Perdagangan Bayi Rp8 Juta, Empat Pelaku Ditangkap di RS Bari Palembang
Dikenal sebagai salah satu talenta paling alami dalam sejarah sepak bola Inggris, Gascoigne pernah kehilangan sekitar £20 juta akibat kecanduan alkohol dan narkoba.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa semua itu adalah uang hasil jerih payahnya sendiri.
Bahkan, ia pernah menolak tawaran £3 juta dari penyanyi Robbie Williams, serta mengembalikan dana bantuan dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) untuk rehabilitasi yang diterimanya 14 tahun lalu.
Kini, meski masa lalunya kelam, Gascoigne tetap berusaha hidup dengan cara yang lebih baik — meski ia sadar dirinya tak bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang alkohol.
“Saya tidak tahu bagaimana cara berubah, tapi saya masih berusaha menjadi orang yang baik setiap hari,” tutupnya. (*/red)






