Namun, ia tetap mengantongi lebih dari £8 juta dari kontraknya — sebuah beban finansial besar bagi Chelsea di era sebelum Roman Abramovich membeli klub.
Sebelum bergabung dengan Chelsea, Bogarde sempat membela Ajax — di mana ia menjadi bagian dari skuad juara Liga Champions 1995 — serta klub raksasa lain seperti AC Milan dan Barcelona.
Namun, kariernya meredup setelah kepindahan ke London Barat.
Kontraknya berakhir pada 2004, sekaligus mengakhiri karier profesionalnya di sepak bola.
Meski punya masa lalu gemilang, nama Bogarde kerap disebut sebagai salah satu “pembelian terburuk dalam sejarah Premier League”.
BACA JUGA: Terungkap! Chelsea Nyaris Rekrut Andreas Pereira Sebelum Cedera Gagalkan Transfer
Namun bagi dirinya, keputusan bertahan adalah bentuk keyakinan terhadap nilai kontrak yang telah disepakati.
Kisah Bogarde kini kembali mencuat di tengah isu serupa di Chelsea saat ini.
Pemain seperti Raheem Sterling dan Axel Disasi dikabarkan enggan meninggalkan klub karena faktor gaji besar, situasi yang mengingatkan publik pada apa yang pernah terjadi dua dekade lalu.
Chelsea tampaknya masih berjuang mengatasi “kutukan Bogarde” — ketika loyalitas pemain bukan lagi soal prestasi, melainkan besarnya angka di slip gaji. (*/red)








